
Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji saat refleksi akhir tahun rapor pendidikan Tahun 2025 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (30/12). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Dunia pendidikan Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) memberikan rapor merah terhadap pendidikan di Indonesia tahun 2025. Mulai dari kualitas yang stagnan hingga ledakan kasus kekerasan.
Koordinator Nasional (Kornas) JPPI Ubaid Matraji menyebut, tahun ini pendidikan Indonesia belum bisa naik kelas. Biang keroknya adalah nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang masuk kategori merah dan masih jauh dari standar minimal.
Skor TKA Anjlok, Sistem Pendidikan Dinilai Gagal
Data JPPI periode 2015-2025 memperlihatkan capaian pembelajaran yang memprihatinkan. Skor TKA 2025 hanya berkisar di angka 49-50, jauh dari target skor 60. Menurut Ubaid, kondisi ini bukan salah murid atau guru, melainkan kegagalan sistemik.
"Skor TKA yang rendah ini, bukan salah murid dan guru, tetapi akumulasi kegagalan sistem pendidikan nasional dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan untuk semua," ujar Ubaid saat refleksi akhir tahun rapor pendidikan Tahun 2025 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (30/12).
Darurat Kekerasan Seksual di Sekolah
Hal yang lebih mengerikan adalah lonjakan kekerasan di lingkungan sekolah yang naik hingga 600% dalam enam tahun terakhir. Dari total 641 kasus pada 2025, kekerasan seksual menjadi jenis yang paling mendominasi, mencapai 57,65%.
Ironisnya, sekolah bukan lagi ruang aman. Data mengungkap bahwa 57% pelaku kekerasan justru berasal dari kalangan guru dan tenaga kependidikan. Ubaid menilai ini sebagai "pandemi sunyi" karena sering ditutupi institusi demi menjaga nama baik.
"Kasus kekerasan di satuan pendidikan melonjak dari 91 kasus (2020) menjadi 641 kasus (2025), naik lebih dari 600% dalam enam tahun," ucapnya.
Menurutnya, hal ini menandakan kegagalan serius negara dalam membangun sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan.
"Kekerasan bukan lagi kasus insidental, melainkan pola yang terus berulang dan dibiarkan," tambahnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022