
Konferensi pers gelaran konser HIMAHI UBL yang akan dihelat pada 6 Desember 2025. (Istimewa)
JawaPos.com - Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) Universitas Budi Luhur (UBL) menggelar konser musik pada 6 Desember mendatang dengan menghadirkan Hindia dan Feast. Konser tersebut akan dihelat di lapangan utama Kampus Universitas Budi Luhur, di Petukangan Utara, Jakarta Selatan dengan target penonton sebanyak 5.000 orang.
Ketua Yayasan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama dalam keterangan tertulisnya mengatakan, konser ini bertujuan untuk memperkenalkan UBL ke khalayak ramai, khususnya kalangan pelajar.
"Harapannya ada banyak orang yang datang yang belum pernah kesini (Kampus UBL), secara branding dan marketingnya dapet," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Promosi & Penerima Mahasiswa Baru Dr. Yusran menambahkan, acara ini merupakan bagian dari cara untuk meningkatkan popularitas kampus di kalangan masyarakat umum.
"Jadi, ada kebanggaan, ada pride. Jadi bilang gini, gila ya kampus gue tuh bikin konser, keren. Setidak-tidaknya kami bisa kasih gimmick seperti itu," paparnya.
Dipilihnya Hindia dan Feast untuk mengisi acara ini juga bukan tanpa alasan. Sebagai dua unit musik yang kini sedang digandrungi anak muda, Yusran meyakini bahwa kehadiran Hindia dan Feast bisa membuat acara ini semakin eksklusif meski tidak memiliki banyak line up dan talent lain.
"Event ini betul eksklusif tidak banyak line up, tidak banyak talent lain, tetapi betul-betul menghadirkan secara eksklusif Hi-Feast (Hindia dan Feast). Cukup dengan harga Rp.100 ribuan saja, sudah dapat menikmati musik dari Hindia Feast," ucapnya," paparnya.
"Kami akan menghadirkan konsep yang penuh dengan teknologi, futuristik, namun tidak menghilangkan unsur budaya melalui visi dan misi kampus Budi luhur. Yang pasti tidak sekedar menonton gelaran musik saja, tetapi akan merasakan pesan memoreable dalam gelarannya," sambungnya.
Tema yang diangkat dalam gelaran musik ini adalah Kawal Peradaban, Logika Garda Terdepan. "Kami perlu tahu bahwa Hindia dan Feast itu genre-nya memang kritik sosial. Banyak sekali lagu-lagunya yang memang memberikan kritik konstruktif bagi pemerintah. Saya pikir, ketika Gen Z menangkap itu sebagai satu sinyal positif, menurut saya juga kami harus mampu juga menyuarakan," pungkasnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
