
Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel. (Fathnur Rohman/Antara)
JawaPos.com–Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel mempertanyakan ketegasan sekolah-sekolah dalam menangani masalah rokok di kalangan pelajar. Tidak seperti dalam mengahadapi masalah narkoba dan psikotropika, sekolah-sekolah sudah bertindak tegas.
”Saya memilih mendukung setiap sekolah untuk juga punya ketegasan serupa dalam menyelesaikan masalah roko,” kata Reza melalui keterangan tertulis.
Dukungan agar sekolah bersikap tegas terhadap masalah rokok, menurut dia, didasarkan pada pasal 76J ayat 2 UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak. Setiap orang dilarang dengan sengaja menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam penyalahgunaan, serta produksi dan distribusi alkohol dan zat adiktif lainnya.
”Bagi yang melanggar pasal tersebut dikenakan hukuman penjara 2 tahun-20 tahun dan denda Rp 20 juta sampai Rp 200 juta,” terang Reza.
Selain itu, Reza mengatakan, rokok merupakan salah satu zat adiktif lainnya sebagaimana tercantum pada PP 109/2012 dan PP 28/2024.
”Itu artinya, kita semua harus punya keinsafan yang sama bahwa, rokok sebagai zat adiktif adalah setara bobotnya dengan narkotika, psikotropika, dan alkohol, serta keempat barang tersebut berimplikasi pidana,” tandas Reza.
Reza menegaskan, sepatutnya semua pihak bersepakat bahwa setiap sekolah dan rumah harus bersih dari pidana pasal 76J ayat 2. Jadi, tamparan guru seperti di SMAN 1 Cimarga selayaknya dipahami sebagai bentuk penolakan terhadap dijadikannya sekolah sebagai TKP pidana.
Reza menyatakan, perbuatan guru dimaksud, yakni menampar, bisa dipandang sebagai pidana kekerasan terhadap anak. Namun menghadap-hadapkan pidana tersebut dengan sejumlah peraturan perundangan-undangan lain, pantas kiranya guru tersebut, sekiranya divonis bersalah, memperoleh peringanan sanksi. Secara simultan otoritas penegakan hukum juga mencari pihak-pihak yang telah menjerumuskan si murid sehingga terjadi pelanggaran terhadap pasal 76J ayat 2 UU 35/2014.
”Orang tua, keluarga, toko penjual rokok, dan teman-teman si murid -merekakah pihak-pihak yang semestinya juga diganjar pidana itu,” ucap Reza.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
