Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Juni 2026 | 01.16 WIB

Soal Kematian Sejumlah Peserta Latsarmil Calon Manajer KDMP, Pakar Psikologi Forensik Sebut Perlu Diinvestigasi

Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). (M Hafied/Radar Jogja) - Image

Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). (M Hafied/Radar Jogja)

 JawaPos.com - Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel mempertanyakan terkait kematian sejumlah peserta latsarmil calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Dari empat jenis kematian, meninggalnya calon manajer KMDP itu termasuk jenis apa? Menurut dia, kematian akibat perbuatan diri sendiri (suicide) boleh dikesampingkan.

”Tersisa tiga. Kematian alami, kematian akibat kecelakaan, atau ini yang bisa berimplikasi sangat serius, kematian akibat perbuatan orang lain (homicide),” tandas Reza.

Dia menegaskan, karena kematian beruntun dialami orang-orang dari populasi yang sama, kecil kemungkinan peristiwa tersebut digolongkan sebagai kematian alami.

Bagaimana dengan kecelakaan?

Menurut Reza, kecelakaan bermakna bahwa seseorang tengah melakukan sesuatu kegiatan tertentu namun tiba-tiba terjadi situasi yang tidak terantisipasi yang membawa orang tersebut ke situasi maut.

”Jelas, dibutuhkan investigasi. Dan simpulan tidak boleh pukul rata. Masing-masing calon manajer harus diinvestigasi dan disimpulkan jenis kematiannya,” papar Reza.

Dia menyatakan, karena para calon manajer dikabarkan meninggal saat mereka tengah menjalani latihan, harus diinvestigasi yang mencakup di antaranya tanggung jawab. Pelatih semestinya memiliki tanggung jawab legal dan profesional atas keselamatan peserta serta mencegah terjadinya kondisi fatal.

”Selanjutnya pengabaian terhadap kondisi kritis. Apakah peserta memperlihatkan atau menginformasikan gangguan kesehatan yang ia alami. Dan bagaimana respons pelatih terhadap hal tersebut,” terang Reza.

Reza Menyatakan, harus juga diinvestigasi program pelatihan yang mungkin berbahaya untuk peserta. Apakah pelatihan tergolong berintensitas tinggi, apakah diberikan secara pukul rata? Sehingga menihilkan aspek keamanan yang selanjutnya memunculkan kondisi fatal pada peserta.

”Perlu juga investigasi kompetensi. Apakah pelatih memiliki kecakapan untuk menangani situasi dan kondisi khusus?” tandas Reza.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore