
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memperkenalkan Sekolah Unggul Garuda kepada ratusan pelajar di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. (Humas Kemenag)
JawaPos.com - Selama ini kerap jadi perbincangan di kawasan perbatasan, bahwa kondisi negara tetangga lebih makmur dan berkualitas. Khususnya di wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia di Kalimantan Utara (Kaltara).
Pemerintah akhirnya memutuskan membangun Sekolah Unggul Garuda di Kaltara. Rencana pembangunan Sekolah Unggul Garuda di daerah perbatasan itu, disampaikan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kaltara.
“Di tanah perbatasan ini, Sekolah Garuda akan menjadi simbol kebanggaan nasional, tempat di mana semangat keindonesiaan dan kemajuan ilmu pengetahuan berpadu,” kata Nasaruddin dalam keterangannya (9/10).
Dia menegaskan pentingnya pemerataan akses pendidikan unggul di wilayah perbatasan, sebagai bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto. Dia menjelaskan di daerah perbatasan itu, Pemerintah berharap anak-anak tidak lagi mengagumi negara tetangganya. Sebaliknya lebih mengagumi negerinya sendiri.
"Insya Allah semua mata akan berpaling ke tempat ini, karena ini sekolah yang betul-betul andal,” ujar Nasaruddin. Dia menjelaskan bahwa Sekolah Unggul Garuda merupakan model pendidikan unggul yang menyiapkan kader pemimpin masa depan bangsa. Khususnya melalui pendekatan sains, teknologi, dan karakter kebangsaan.
“Sekolah Garuda adalah wadah kaderisasi calon pemimpin bangsa," tendasnya. Nantinya anak-anak yang masuk ke Sekolah Unggul Garuda akan disiapkan untuk menembus perguruan tinggi terbaik dunia seperti Harvard University dan lainnya.
Kegiatan sosialisasi itu dirangkaikan dengan penampilan konsep (showcase) desain pembangunan Sekolah Unggul Garuda. Serta penanaman pohon lokal di lokasi pembangunan yang terletak di kawasan Kota Baru Mandiri (KBM).
Untuk diketahui program Sekolah Unggul Garuda merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo dalam mentransformasi pendidikan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Program ini termasuk dalam orkestrasi Program Hasil Terbaik Cepat sektor pendidikan.
Program Sekolah Unggul Garuda melengkapi berbagai kebijakan strategis lainnya. Seperti Makan Bergizi Gratis, Perbaikan Sarana Prasarana Sekolah, Cek Kesehatan Gratis di sekolah, peningkatan kesejahteraan guru, serta pendirian Sekolah Rakyat.
Secara kelembagaan, Sekolah Garuda terbagi menjadi dua bentuk. Yaitu Sekolah Garuda Transformasi dan Sekolah Garuda Baru. Sekolah Garuda Transformasi memperkuat sekolah-sekolah unggulan yang sudah ada. Sementara Sekolah Garuda Baru dibangun dari nol di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) dengan sistem inklusif dan beasiswa penuh.
Pada tahap awal, Kemenag dipercaya mengelola dua satuan pendidikan di bawah naungannya yang ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi. Yaitu MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir di Sumatera Selatan dan MAN Insan Cendekia di Gorontalo.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
