
Ilustrasi guru memberikan materi pelajaran di kelas. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com-Muncul peningkatan minat dari generasi Z (Gen-Z) untuk menjadi guru. Kondisi ini jadi tren positif mengingat beberapa tahun sebelumnya, minat generasi muda untuk menjadi guru cenderung jauh menurun.
Tren kenaikan animo Gen-Z ini terpotret dari banyaknya pendaftar Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di BINUS University dalam dua tahun terakhir. Ada kenaikan hingga 25 persen jumlah mahasiswa program studi ini.
Menurut Ketua Program Studi PGSD BINUS University, Wahyu Setioko, peningkatan tersebut terjadi karena perubahan strategi pendekatan kepada Gen-Z. Dia mengungkapkan bahwa anak muda saat ini tidak terlalu tertarik dengan profesi guru dalam ruang kelas konvensional. Karenanya, dibuat strategi untuk memberikan pemahaman jika profesi ini tak hanya sebatas itu, melainkan ada ekosistem pendidikan yang lebih luas.
''Mungkin anak-anak Gen Z agak sulit ditarik untuk sekadar mengajar di kelas. Tapi ketika kita katakan bahwa ini sama-sama berlayar di lautan cita-cita pendidikan, hanya perahunya yang berbeda, mereka lebih tertarik. Perahu itu bisa bekerja di perusahaan teknologi, museum sains, penulis buku anak, hingga media developer,” paparnya di Jakarta, Kamis (25/9).
Selain itu, pendekatan multidisiplin juga menjadi daya tarik tersendiri. Pihaknya kerap berkolaborasi dengan bidang ilmu lain, seperti ilmu komputer dan pengembang gim, dalam kegiatan perkuliahan maupun riset. Hal ini membuat mahasiswa memiliki pilihan karier yang lebih variatif, baik di sektor formal maupun nonformal. ''Pendidikan itu bukan sekadar profesi guru, tapi sektor yang terbuka bagi berbagai keahlian. Anak dengan latar belakang data analis atau komputer juga bisa berkontribusi di sektor pendidikan,” tambahnya.
Oleh sebab itu, sebagai bentuk dukungan untuk menghasilkan calon guru-guru berkualitas, pihaknya menawarkan beasiswa penuh hingga 100 persen bagi mahasiswa. Beasiswa ini diberikan dengan syarat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,0, motivasi belajar yang kuat, termasuk kemampuan dasar bahasa Inggris yang mumpuni. Mengingat 30 persen perkuliahan bakal menggunakan bahasa tersebut. ''Karena kita ingin semakin banyak anak muda yang tertarik menjadi guru untuk berkontribusi pada ekosistem pendidikan,” paparnya.
Program studi yang telah berjalan selama 11 tahun ini juga menyiapkan lulusannya untuk menjadi role model di dunia pendidikan, termasuk dengan membekali mereka kompetensi global. Saat ini, sekitar 30 persen alumni telah bekerja di sekolah-sekolah internasional. Lalu, ada pula yang bekerja sebagai penulis hingga perusahaan multinasional lainnya. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
