
Wahana Visi Indonesia (WVI) berkolaborasi dengan SGI (Seoul Guarantee Insurance) menghibahkan sejumlah perangkat digital untuk 3 sekolah di Jakarta Utara/(Istimewa).
JawaPos.com – Wahana Visi Indonesia (WVI) kembali mengadakan program SGI Dream Class yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dengan fokus pada dukungan perangkat digital di sekolah. Berkolaborasi dengan SGI (Seoul Guarantee Insurance), sejumlah perangkat digital dihibahkan untuk 3 sekolah di Jakarta Utara.
Program ini dilakukan untuk keempat kalinya dengan total penerima manfaat 5.096 peserta didik di area Jakarta sejak tahun 2022.
Pada tahun keempat ini program SGI Dream Class dilaksanakan di area Jakarta Utara yang merupakan lokasi padat penduduk dengan kondisi kerentanan sosial ekonomi yang tinggi.
Tahapan program ini dilakukan sejak Juli dan diawali dengan melakukan penilaian awal di beberapa sekolah yang menjadi rekomendasi satuan pendidikan/Kasatlak pendidikan level kecamatan, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan serah terima kepada pihak sekolah dampingan.
Yonathan Prasha, Program Manager Wahana Visi Indonesia menjelaskan, “Kami sangat menghargai komitmen SGI dalam mendukung upaya kami untuk mendorong terwujudnya kehidupan yang utuh dan bermakna bagi anak-anak melalui pendidikan. Penghargaan yang sama juga kami sampaikan kepada pemerintah dan pihak sekolah sebagai mitra, termasuk guru dan peserta didik, yang memiliki tanggung jawab penting dalam merawat perangkat digital yang telah diberikan.”
Yonathan berharap perangkat digital ini membawa manfaat yang berkelanjutan dan memperkuat proses belajar bagi anak-anak dan sekolah yang mendapatkannya. Program ini melibatkan suku dinas pendidikan Jakarta Utara dan kepala pelaksana pendidikan tingkat kecamatan yang turut memberikan rekomendasi sekolah-sekolah yang membutuhkan dukungan perangkat digital.
Wahana Visi Indonesia (WVI) berkolaborasi dengan SGI (Seoul Guarantee Insurance) menghibahkan sejumlah perangkat digital untuk 3 sekolah di Jakarta Utara/(Istimewa).
Muhaeri, Plt. Kassie SD Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara 2 menyampaikan, “Kami mengapresiasi WVI dan SGI yang memberikan bantuan ini. Pemerintah telah mengalokasikan dana khusus untuk sektor pendidikan, namun pengadaan fasilitas seperti perangkat digital masih sangat terbatas. Dengan adanya fasilitas ini diharapkan sekolah dapat lebih mengarahkan peserta didik untuk menggunakannya dengan maksimal, terutama untuk kegiatan ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer).”
Sanghoon Oh, Chief Officer of Jakarta Representative Office – Seoul Guarantee Insurance berkata, “SGI Dream Class merupakan bentuk kontribusi SGI terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di Indonesia. Program ini telah berjalan sejak tahun 2022, bertepatan dengan dibukanya kantor perwakilan kami di Jakarta. Siswa sekolah merupakan harapan masa depan Indonesia, sehingga lingkungan sekolah yang kondusif dan fasilitas memadai sangat dibutuhkan untuk mendukung mereka sebagai sumber daya masa depan bangsa.”
SGI Dream Class ditujukan untuk meningkatkan kemampuan guru dan siswa dalam mengakses dan memanfaatkan perangkat digital di Indonesia masih mengalami berbagai kendala.
Pada sisi guru, masih banyak guru yang belum memiliki keterampilan digital memadai pada abad 21 ini. Kesenjangan literasi digital guru disebabkan oleh kurangnya pelatihan terintegrasi, keterbatasan infrastruktur, rendahnya motivasi, serta dukungan yang minim.
Menurut beberapa jurnal, hal ini mengakibatkan guru sulit mendesain pembelajaran yang terintegrasi teknologi secara efektif, terutama di daerah terpencil dengan akses teknologi terbatas. Pelatihan berbasis praktik dan integrasi literasi digital dalam kurikulum calon guru menjadi kunci peningkatan kompetensi ini.
Dari sisi siswa, akses yang terbatas terhadap perangkat digital di rumah maupun di sekolah juga mempengaruhi kemampuan mereka menguasai literasi digital.
Siswa di era digital idealnya menguasai keterampilan seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi, namun keterbatasan perangkat dan akses menghambat pencapaian keterampilan ini. Untuk itu, penguatan literasi digital guru juga secara langsung berdampak pada peningkatan kompetensi siswa dalam mengadopsi teknologi pembelajaran.
Tantangan mendasar ada pada peningkatan akses perangkat digital sekaligus pembinaan kompetensi guru sebagai fasilitator utama pembelajaran berbasis teknologi agar siswa dapat meraih manfaat maksimal.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
