Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 18.43 WIB

Kemkomdigi dan Kemendikdasmen Dorong Kompetensi Guru di Era Digital

BERDAYA: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (dua dari kanan) dan Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Kominfo Bonifasius Wahyu Pudjianto (kanan) berbincang bersama founder start-up Jahitin.id Asri Wijayanti, Social Media Marketer.id Niko Julius, dan - Image

BERDAYA: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (dua dari kanan) dan Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Kominfo Bonifasius Wahyu Pudjianto (kanan) berbincang bersama founder start-up Jahitin.id Asri Wijayanti, Social Media Marketer.id Niko Julius, dan

JawaPos.com - ​Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah mengubah cara kita belajar dan mengajar. Proses pembelajaran yang dulunya hanya terbatas di ruang fisik, kini berpindah ke ruang digital. 

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Bonifasius Wahyu Pudjianto, mengatakan bahwa transformasi ini membuat literasi digital menjadi faktor penting yang harus dimiliki masyarakat agar dapat memanfaatkan ruang digital dengan aman.

​Melalui program Literasi Digital Nasional, Kemkomdigi membekali masyarakat dengan empat pilar CA-BE yakni cakap digital, aman digital, budaya digital, dan etika digital. 

Selain itu, Kemkomdigi juga terus melakukan pengawasan agar masyarakat terhindar dari kejahatan siber, seperti pencurian data, hoaks, hingga serangan digital. 

"Kami membangun ruang belajar digital yang aman agar seluruh aktivitas pendidikan terlindungi dari ancaman siber, termasuk pencurian data pribadi, hoaks, hingga serangan digital,” kata Bonifasius di Jakarta, dikutip Jumat (12/9).

Untuk meningkatkan kompetensi digital masyarakat, Kemkomdigi juga menyelenggarakan program Digital Talent Scholarship (DTS).

Dalam kesempatan yang sama, ​Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Gogot Suharwoto, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru di bidang digital agar dapat memanfaatkan teknologi yang tersedia secara maksimal. 

"Teknologi dalam pembelajaran tidak bisa hanya sebatas menyediakan perangkat. Guru perlu didukung pelatihan, konten, dan portal pendidikan yang aman, sehingga mereka bisa mengajar dengan percaya diri," jelasnya. 

Gogot menambahkan, pemerintah fokus menghadirkan program prioritas dalam literasi, numerasi, dan sains teknologi pada tahun 2025.

Kolaborasi lintas sektor ini pun menjadi bukti pentingnya kerja sama untuk menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang tidak hanya modern, tetapi juga aman dan beretika, sejalan dengan agenda transformasi digital menuju Indonesia Emas 2045.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore