
BERDAYA: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (dua dari kanan) dan Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Kominfo Bonifasius Wahyu Pudjianto (kanan) berbincang bersama founder start-up Jahitin.id Asri Wijayanti, Social Media Marketer.id Niko Julius, dan
JawaPos.com - Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah mengubah cara kita belajar dan mengajar. Proses pembelajaran yang dulunya hanya terbatas di ruang fisik, kini berpindah ke ruang digital.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Bonifasius Wahyu Pudjianto, mengatakan bahwa transformasi ini membuat literasi digital menjadi faktor penting yang harus dimiliki masyarakat agar dapat memanfaatkan ruang digital dengan aman.
Melalui program Literasi Digital Nasional, Kemkomdigi membekali masyarakat dengan empat pilar CA-BE yakni cakap digital, aman digital, budaya digital, dan etika digital.
Selain itu, Kemkomdigi juga terus melakukan pengawasan agar masyarakat terhindar dari kejahatan siber, seperti pencurian data, hoaks, hingga serangan digital.
"Kami membangun ruang belajar digital yang aman agar seluruh aktivitas pendidikan terlindungi dari ancaman siber, termasuk pencurian data pribadi, hoaks, hingga serangan digital,” kata Bonifasius di Jakarta, dikutip Jumat (12/9).
Untuk meningkatkan kompetensi digital masyarakat, Kemkomdigi juga menyelenggarakan program Digital Talent Scholarship (DTS).
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Gogot Suharwoto, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru di bidang digital agar dapat memanfaatkan teknologi yang tersedia secara maksimal.
"Teknologi dalam pembelajaran tidak bisa hanya sebatas menyediakan perangkat. Guru perlu didukung pelatihan, konten, dan portal pendidikan yang aman, sehingga mereka bisa mengajar dengan percaya diri," jelasnya.
Gogot menambahkan, pemerintah fokus menghadirkan program prioritas dalam literasi, numerasi, dan sains teknologi pada tahun 2025.
Kolaborasi lintas sektor ini pun menjadi bukti pentingnya kerja sama untuk menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang tidak hanya modern, tetapi juga aman dan beretika, sejalan dengan agenda transformasi digital menuju Indonesia Emas 2045.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
