
Dian Indah Apriyani, Senior Country Manager Indonesia dari Cambridge (tengah). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Di tengah derasnya arus globalisasi, dunia pendidikan Indonesia menghadapi tantangan besar, yakni bagaimana menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga berdaya saing global.
Salah satu strategi yang kini semakin populer adalah penerapan kurikulum internasional. Alih-alih mengganti sistem pendidikan yang sudah ada, kurikulum ini justru berfungsi sebagai pelengkap untuk membekali siswa dengan pola pikir kritis, keterampilan analitis, dan kemampuan bahasa yang relevan di tingkat global.
Pentingnya kurikulum internasional tidak hanya terletak pada pengembangan individu, tetapi juga pada peningkatan mutu pendidikan nasional secara keseluruhan. Hal ini ditegaskan oleh Dian Indah Apriyani, Senior Country Manager Indonesia dari Cambridge, yang menyebut integrasi kurikulum internasional sebagai upaya memperkaya sistem pendidikan suatu negara.
"Kurikulum internasional itu bukan untuk mengganti kurikulum di suatu negara, tetapi untuk memperkaya dan melengkapi kurikulum di negara tersebut," kata Dian di Jakarta, Senin (8/9).
"Jadi, ini juga sepertinya kenapa banyak sekali sekolah yang menerapkan Cambridge (kurikulum internasional), meskipun mereka juga pastinya menerapkan kurikulum nasional. Jadi mereka mengintegrasikan kurikulum nasional ke internasional," imbuhnya.
Dian menegaskan bahwa integrasi antara kurikulum nasional dan internasional telah terbukti berhasil. Pengalamannya mengajar di sekolah negeri yang menerapkan kurikulum internasional membuktikan bahwa kolaborasi ini tidak menciptakan kesenjangan, melainkan memberikan pengalaman belajar yang setara bagi semua siswa. Ia juga menekankan bahwa kurikulum nasional tetap vital.
"Pendidikan itu bukan tentang aturan cherry picking. Jadi, sebagai contoh, kurikulum di Vietnam sangat baik, jadi silakan lakukan di sana. Jika kamu menggantikan semuanya yang kamu kerjakan di sekolah karena kamu terpukau dengan kurikulum di negara lain, itu tidak akan bekerja," jelasnya.
Salah satu contoh sukses dari integrasi ini terlihat pada Singapore International School (SIS), yang bekerja sama dengan Cambridge untuk mengintegrasikan kurikulum internasional IGCSE di jenjang secondary. Dengan langkah ini, SIS tidak hanya menghadirkan pendidikan berkualitas tinggi yang sesuai dengan standar global, tetapi juga memastikan biayanya tetap terjangkau.
Direktur SIS Group of Schools, Andrew Paterson, menambahkan bahwa tujuan akhir dari pendidikan internasional tidak hanya mencetak lulusan yang berkarir di luar negeri. "(Juga) berinvestasi di negara, dan menggunakan kemampuan itu, dan memulai kemampuan itu. Ini adalah resiko, tetapi ini adalah tugas kita untuk memastikan kita menginspirasi komunitas kita untuk menggunakan kemampuan mereka dengan cara yang positif," tukasnya.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
