
Wamendiktisaintek Stella Christie. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christy menyatakan, perguruan tinggi memiliki potensi menjadi penggerak ekonomi. Tak main-main, angkanya bisa mencapai triliunan dollar.
Hal ini sudah terbukti di sejumlah perguruan tinggi top dunia yang sukses menjadi penggerak ekonomi secara tidak langsung. Sebut saja Stanford University, yang telah menghasilkan USD 2,7 triliun dalam keuntungan tahunannya. Kondisi ini yang membuat Stanford University menjadi salah satu dari 10 ekonomi terbesar di dunia.
Kemudian ada Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang menghasilkan hampir USD 2 triliun dalam keuntungan tahunannya. Bahkan kampus seperti University of Kansas pun mampu menyumbangkan 7,8 juta dolar bagi perekonomian lokal Kansas setiap tahunnya, serta mendukung 88 ribu lapangan kerja.
Pendapatan tahunan ini dihasilkan dari sumber daya manusia (SDM), riset, dan kerja sama antara perguruan tinggi dengan pihak swasta. Baik itu untuk hilirisasi produk riset ataupun kerja sama investasi lainnya.
“Saya menggunakan angka dari universitas lain, tapi angka-angka ini juga bisa dicapai oleh universitas kita,” ujarnya dalam sambutannya di Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025 di Bandung, Jumat (7/8).
Menurutnya, semua pihak tahu jawaban terkait bagaimana kampus di Indonesia bisa menjadi penggerak ekonomi. Yang mana, butuh kerja sama semua pihak untuk mewujudkannya.
“Mekanismenya adalah dimulai dari pengetahuan,” ungkapnya. Dia mengungkapkan, universitas tempatnya pengetahuan. Dengan adanya pengetahuan maka bisa menarik uang atau investasi. Yang kemudian dapat digunakan untuk membangun infrastruktur yang ujungnya juga akan menghasilkan pengetahuan.
“Bagaimana pengetahuan ini sebenarnya dimulai? Ini hanya dimulai karena adanya penelitian,” katanya.
Namun, dia menggarisbawahi, penelitian ini harus sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan industri. Seperti teknologi terbaru di AI, semikonduktor, energi, dan lainnya.
Dia meyakini, peningkatan penelitian 10 persen dalam jangka panjang akan meningkatkan GDP 0,2 persen secara keseluruhan di dunia. Diakuinya, tujuan ini akan memakan waktu cukup lama, namun dipastikan hasilnya akan sangat berdampak untuk masyarakat dan bangsa. (mia)

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
