
Sejumlah siswa mengikuti masa Pengenalan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2025/2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 di Pusdiklatbangprof Kemensos, Jl. Margaguna Raya, Radio Dalam, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (14/7/2025). (Dery Ridwansah/
JawaPos.com - Baru sepekan berjalan, siswa Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di gedung Balai Diklat PNS, Dusun Krajan, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, sudah berulah.
Dari informasi yang dihimpun Radar Banyuwangi, Jawa Pos Group, seorang siswa kelas 10 berinisial R kabur dari asrama Sekolah Rakyat pada Jumat malam (18/7). Siswa tersebut diduga kabur setelah dijemput oleh sekelompok temannya yang mengenakan atribut khas punk di depan pintu gerbang sekolah.
Kejadian itu memantik sorotan masyarakat Banyuwangi. Pihak sekolah pun kalang kabut mencari keberadaan siswa yang memiliki latar belakang anak jalanan (punk). Setelah beberapa lama mencari, siswa tersebut rupanya sudah berada di rumah orang tuanya di Rogojampi.
Kepala Tata Usaha Sekolah Rakyat Ida Bagus Ardasasmita membenarkan ada siswanya yang kabur dari asrama. Atas tindakan itu (keluar tanpa izin), pihak sekolah memutuskan untuk mengeluarkan siswa R. "Yang bersangkutan sudah kembali ke rumahnya di Rogojampi. Siswa tersebut akhirnya kita keluarkan dari Sekolah Rakyat. Biar dibina oleh orang tuanya,’’ ujar Ida Bagus, dikutip dari Radar Banyuwangi, Jawa Pos Group, Rabu (23/7).
Sementara itu, Kepala Sekolah SR Banyuwangi Chitra Arti Maharani mengatakan, Sekolah Rakyat ditujukan untuk siswa yang berasal dari keluarga miskin (gamis). Mereka mendapatkan pendidikan gratis dan tinggal di asrama.
Meski tak menampik ada siswa berlatar belakang anak jalanan punk, Chitra menyebut di balik keterbatasan ekonomi, para siswa memiliki talenta luar biasa untuk dibina dan dikembangkan. Di Sekolah Rakyat jenjang SMA Banyuwangi ada dua siswa yang merupakan penghafal Al-Qur’an. Menariknya, hal ini baru diketahui sekolah saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Kami sangat terkejut sekaligus bangga. Ternyata ada satu siswa yang telah hafal 22 juz dan satu lagi hafal 5 juz. Ini diketahui saat kegiatan malam hari seperti mengaji dan belajar agama," ucap Chitra. (*)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
