
Sejumlah siswa Sekolah Rakyat mengikuti tes kebugaran sebelum masa pengenalan lingkungan siswa (MPLS) di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10, Pusdiklatbangprof Kemensos, Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (14/7/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Margaguna, Jakarta Selatan resmi ditutup Jumat (18/7). Selanjutnya, para siswa akan menjalani masa matrikulasi.
Kepala Sekolah SRMA 10 Margaguna Ratu Mulyanengsih mengatakan, matrikulasi bakal dimulai Senin (21/7). Kegiatan ini merupakan persiapan dan penyetaraan untuk peserta didik baru sebelum mereka memulai masa pembelajaran di kelas.
“Matrikulasi ini akan dijalankan selama satu sampai tiga bulan. Materinya apa saja? Saya tetap menitik beratkan ke pendidikan karakter kebangsaan, ke Indonesiaan terus kemudian keagamaan, literasi, numerasi, Bahasa Inggris, dan TIK,” ujarnya ditemui Jumat (18/7).
Selain itu, pemantapan program asrama dan minat bakat akan tetap digenjot pada weekend.
Pada matrikulasi ini, para murid akan diasesmen untuk mengetahui level kemampuan mereka terhadap beberapa bidang. Apabila ditemukan adanya peserta didik yang ternyata jauh tertinggal atau di level rendah, maka yang bersangkutan akan diberikan pendampingan individual.
Ratu memastikan, mereka tidak akan dipisahkan dari kelas reguler. Tapi ditreatment khusus agar mereka tidak tertinggal. Pendampingan ini dapat diberikan di dalam kelas maupun kelas tambahan usai kelas reguler.
“Di sore sama malam harinya juga diberikan kembali, biar tidak butuh waktu lama mereka sudah mempunyai kemampuan yang se-level lagi dengan yang lain,” paparnya.
Selain asesmen leveling kemampuan, para murid juga menjalani tes talent DNA. Tes ini digunakan untuk mengetahui potensi-potensi yang ada pada masing-masing anak. Dengan begitu, pembelajaran bisa lebih difokuskan pada kemampuan yang dimiliki. Karena menganut sistem multientry dan multiexit, maka pendekatan individualnya harus tajam. “Setiap anak istimewa, pasti punya bakatnya masing-masing. Ini yang akan kita kuatkan,” jelasnya.
SRMA 10 Jakarta ini memiliki 100 murid. Mereka terbagi menjadi 4 rombongan belajar (rombel), di mana masing-masing rombel diisi 25 anak.
Sementara, untuk gurunya sebanyak 17 orang untuk semua mata pelajaran yang diajarkan. Mulai dari agama hingga coding.
Kemudian, ada pula 11 wali asuh yang ada di asrama putra dan putri. Setiap wali asuh ditugaskan mengasuh 9-10 anak. Dalam menjalankan tugasnya, wali asuh didampingi oleh dua wali asrama baik untuk asrama putra maupun asrama putri. (mia)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
