Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Juli 2025 | 03.07 WIB

Indonesia Masih Kekurangan Dokter Gigi, Pembukaan FKG Jadi Salah Satu Solusi

ILUSTRASI: Seorang dokter gigi memeriksa gigi pasien di Puskesmas Tanah Abang, Jakarta, Minggu (9/2/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Indonesia masih membutuhkan dokter gigi lebih banyak. Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), satu dokter gigi di Indonesia bisa melayani 12 ribu pasien. Rasio itu dianggap belum ideal jika dibandingkan dengan sebaran dan jumlah penduduk Indonesia. 

Wakil Rektor I Universitas Sunan Gresik (USG) Abdul Muhith mengatakan, kebutuhan tenaga dokter gigi di Indonesia sangat besar. Namun, ketersediaan dokter gigi masih sangat jauh dibanding kebutuhan yang ada.

Menurut data Kemenkes, idealnya satu dokter gigi melayani 7.500 pasien. Saat ini di Indonesia satu dokter gigi bisa melayani lebih dari 12.000 pasien. Artinya terdapat selisih sekitar 10.309 dokter gigi dari kebutuhan ideal secara nasional.  

Muhid menuturkan, Pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis seperti pembukaan moratorium Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), peningkatan kuota mahasiswa kedokteran gigi, dan program penugasan khusus dokter gigi ke daerah terpencil. 

“Inilah pertimbangan utama kami membuka Fakultas Kedokteran Gigi karena USG hadir sebagai problem solver atas berbagai persoalan bangsa, terutama bagaimana kedepan kebutuhan dokter gigi ini bisa tercukupi atau setidaknya bisa menambah dengan berdirinya FKG di USG,” ungkap Abdul Muhith di Jakarta, Sabtu (19/7). 

Adapun pembukaan FKG di USG ditegaskan dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Nomor 563/B/O/2025 tentang izin pendirian Universitas Sunan Gresik (USG), perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Hadirnya FKG, maka jumlah fakultas di USG ikut bertambah. Dari lima menjadi enam. Sebelumnya telah terdapat lima fakultas, yakni Fakultas Bisnis Humaniora dan Psikologi; Fakultas Keguruan dan Keagamaan Islam; Fakultas Kesehatan dan Ilmu Alam; Fakultas Teknologi dan Rekayasa; serta Fakultasi Vokasi. 

Dalam pendirian FKG, USG mendapat pendampingan penuh dari Universitas Trisakti Jakarta. “Kami bersama dengan Ketua Dewan Pembina USG Gus Jazilul Fawaid sudah bertemu dan melakukan kesepakatan dengan Rektor Trisaksi Kadarsah Suryadi yang akan memberikan pendampingan secara penuh terkait pendirian Fakultas Kedokteran Gigi ini,” ujar imbuh Abdul Muhith. 

Sementara itu, Rektor Universitas Trisakti Jakarta Kadarsah Suryadi menyatakan kesiapan dalam pendampingan secara penuh lahirnya FKG di USG. “Ini merupakan terobosan yang sangat baik mengingat jumlah dokter gigi di Indonesia masih jauh dari kebutuhan yang ada,” tuturnya. Sebelumnya, dari lima fakultas yang sudah ada di USG terdapat 29 program studi (prodi). (*)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore