ILUSTRASI: Seorang dokter gigi memeriksa gigi pasien di Puskesmas Tanah Abang, Jakarta, Minggu (9/2/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indonesia masih membutuhkan dokter gigi lebih banyak. Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), satu dokter gigi di Indonesia bisa melayani 12 ribu pasien. Rasio itu dianggap belum ideal jika dibandingkan dengan sebaran dan jumlah penduduk Indonesia.
Wakil Rektor I Universitas Sunan Gresik (USG) Abdul Muhith mengatakan, kebutuhan tenaga dokter gigi di Indonesia sangat besar. Namun, ketersediaan dokter gigi masih sangat jauh dibanding kebutuhan yang ada.
Menurut data Kemenkes, idealnya satu dokter gigi melayani 7.500 pasien. Saat ini di Indonesia satu dokter gigi bisa melayani lebih dari 12.000 pasien. Artinya terdapat selisih sekitar 10.309 dokter gigi dari kebutuhan ideal secara nasional.
Muhid menuturkan, Pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis seperti pembukaan moratorium Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), peningkatan kuota mahasiswa kedokteran gigi, dan program penugasan khusus dokter gigi ke daerah terpencil.
“Inilah pertimbangan utama kami membuka Fakultas Kedokteran Gigi karena USG hadir sebagai problem solver atas berbagai persoalan bangsa, terutama bagaimana kedepan kebutuhan dokter gigi ini bisa tercukupi atau setidaknya bisa menambah dengan berdirinya FKG di USG,” ungkap Abdul Muhith di Jakarta, Sabtu (19/7).
Adapun pembukaan FKG di USG ditegaskan dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Nomor 563/B/O/2025 tentang izin pendirian Universitas Sunan Gresik (USG), perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Hadirnya FKG, maka jumlah fakultas di USG ikut bertambah. Dari lima menjadi enam. Sebelumnya telah terdapat lima fakultas, yakni Fakultas Bisnis Humaniora dan Psikologi; Fakultas Keguruan dan Keagamaan Islam; Fakultas Kesehatan dan Ilmu Alam; Fakultas Teknologi dan Rekayasa; serta Fakultasi Vokasi.
Baca Juga: Pernyataan Lengkap Dokter Gigi PPDS UI Rekam Mahasiswi Mandi, Alasannya Bikin Geleng-Geleng
Dalam pendirian FKG, USG mendapat pendampingan penuh dari Universitas Trisakti Jakarta. “Kami bersama dengan Ketua Dewan Pembina USG Gus Jazilul Fawaid sudah bertemu dan melakukan kesepakatan dengan Rektor Trisaksi Kadarsah Suryadi yang akan memberikan pendampingan secara penuh terkait pendirian Fakultas Kedokteran Gigi ini,” ujar imbuh Abdul Muhith.
Sementara itu, Rektor Universitas Trisakti Jakarta Kadarsah Suryadi menyatakan kesiapan dalam pendampingan secara penuh lahirnya FKG di USG. “Ini merupakan terobosan yang sangat baik mengingat jumlah dokter gigi di Indonesia masih jauh dari kebutuhan yang ada,” tuturnya. Sebelumnya, dari lima fakultas yang sudah ada di USG terdapat 29 program studi (prodi). (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
