Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Juli 2025 | 14.13 WIB

Pembelajaran Dimulai 14 Juli 2025, Menag Nasaruddin Umar Ingatkan Guru Agama Dilarang Ajarkan Kebencian, Termasuk Mengkafirkan Orang Lain

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (tengah) di kick-off Annual International Conference on Islamic Studies Plus (AICIS+) di Jakarta (9/7). (Hilmi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Tahun pelajaran baru 2025/2026 segera dimulai. Sesuai jadwal, anak-anak mulai sekolah kembali pada 14 Juli depan. Menyambut tahun pelajaran baru, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan sejumlah wejangan kepada para guru. 

Menyambut tahun ajaran baru, Nasaruddin mengingatkan Kemenag menggagas adanya Kurikulum Cinta. Diharapkan bisa mulai dijalankan di madrasah maupun sekolah umum. Dengan Kurikulum Cinta, pembelajaran dijalankan secara ramah dan tidak boleh ada kekerasan maupun kebencian. 

"Kita akan wujudkan dalam Kurikulum Cinta. Jadi tidak boleh guru agama mengajarkan kebencian," kata di kick-off Annual International Conference on Islamic Studies Plus (AICIS+) di Jakarta, Rabu (9/7).  

Nasaruddin mengatakan guru agama, termasuk guru pada umumnya juga tidak boleh mengajarkan takfiri.  Maksudnya gampang mengkafirkan kelompok atau masyarakat lain. Imam Besar Masjid Istiqlal itu juga mengatakan, guru agama tidak boleh menajiskan orang lain. Termasuk juga gampang menyalahkan orang lain. 

Lewat Kurikulum Cinta, kata Nasaruddin, guru harus tampil sebagai sosok yang penuh cinta. "Guru harus bisa menumbuhkan cinta dalam dirinya," katanya. Kemudian menumbuhkan cinta sesama kepada sesama manusia. Lalu juga cinta kepada alam atau lingkungan. Termasuk juga menjaga cinta kepada Tuhan. 

Imam Besar Masjid Istiqlal itu juga mengatakan Kemenag berupaya membangun hubungan yang baik antara manusia, alam, dan Tuhan. Sebelumnya Kemenag menanamkan Trilogi Kerukunan. Yaitu kerukunan antara umat beragama, kerukunan internal umat beragama, dan kerukunan umat beragana dengan pemerintah. 

"Itu trilogi kerukunan jilid pertama. Sekarang kita kembangkan trilogi kerukunan jilid dua," jelasnya. Yaitu kerukunan antara sesama umat manusia tanpa membedakan etnik, jenis kelamin, agama, bahkan kewarganegaraan.

Kemudian hubungan harmonis antara manusia dengan alam semesta. "Kalau kita bicara tentang alam, ya alam semesta tak terkecuali. Entah itu dunia binatang, tumbuh-tumbuhan, termasuk benda mati," katanya. Lalu yang ketiga adalah kerukunan manusia dengan Tuhan. 

Nasaruddin mengatakan jika kerukunan itu bisa terwujud, maka dunia akan lestari. Pada akhirnya kiamat bisa ditunda. Lewat forum AICIS+ itu, Nasaruddin mengatakan Indonesia akan muncul di dunia dengan gagasan menjaga kelestarian alam dengan bahasa teologi. "Tidak ada cara lain untuk menyelamatkan dunia ini, kecuali dengan bahasa spiritual," tandasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore