Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Mei 2025 | 22.44 WIB

Menko PMK Pratikno: Jangan Sampai Anak Tidak Belajar karena AI

Menko PMK Pratikno titipkan literasi digital kepada tenaga pendidik, di tengah maraknya penggunaan teknologi di ruang pendidikan. (Nadia Hanum/JawaPos.com). - Image

Menko PMK Pratikno titipkan literasi digital kepada tenaga pendidik, di tengah maraknya penggunaan teknologi di ruang pendidikan. (Nadia Hanum/JawaPos.com).

JawaPos.com – Pesatnya perkembangan teknologi digital dekade terakhir termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membawa dampak signifikan bagi kehidupan. Dalam sambutannya di peresmian gedung UT Surabaya, Sabtu (17/5) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menitipkan literasi digital ditengah pemanfaatan teknologi.

Pratikno menyoroti fenomena penggunaan gadget dan AI yang berlebihan, khususnya di kalangan anak dan remaja. “Screen time di Indonesia rata-rata sudah 7,44 jam per hari,” paparnya. Bahkan anak-anak di bawah dua tahun sudah terekspos gadget.

Waktu berlebih dalam penggunaan gadget memiliki implikasi negatif untuk perkembangan anak. Bahkan, anak di bawah 2 tahun banyak terpapar gadget saat sedang makan. Hal itu berisiko menimbulkan adiksi, menurunkan fokus, dan mengganggu proses belajar.

Tak hanya itu, kecenderungan mindless scrolling atau aktivitas berselancar tanpa arah di dunia maya dapat menyebabkan kebiasaan berpikir dangkal, kepanikan, dan kecemasan akibat banjir informasi yang tidak utuh. “Jangan sampai institusi keluarga jadi dingin karena semua sibuk dengan smartphone masing-masing. Kumpul bersama tapi tidak saling berkomunikasi,” ujarnya.

Sementara di ruang pendidikan, AI seringkali disalahgunakan untuk menyelesaikan soal pelajaran. “Padahal proses belajar itu yang utama adalah berjuangnya, menjadi anak yang kuat kedepannya,” terang mantan Rektor UGM itu. 

Untuk itu, Pratikno menitipkan pesan kepada para rektor agar memperkuat literasi digital di lingkungan kampus, termasuk pemanfaatan AI secara arif dan bijak. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah memperkuat mata kuliah dasar umum (MKDU) dengan konten literasi digital.

Lebih jauh, Pratikno menekankan pentingnya orientasi pendidikan ke depan. Di tengah perubahan besar di dunia kerja, kompetensi dianggap lebih penting daripada sekadar ijazah. Banyak pekerjaan yang mulai otomatis, sehingga lulusan harus dipersiapkan untuk future job, bukan pekerjaan yang telah hilang (job loss).

“Ini kejar-kejaran. Jangan sampai lulusan kita dimanjakan teknologi dan malah tidak siap bersaing,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore