
President Universitas Pembangunan Jaya Ir. Frans Satyaki Sunito, salah satu penulis buku Gerak Jakarta: Sejarah Ruang-Ruang Hidup (tengah). (Istimewa)
JawaPos.com–Dalam momentum perayaan ulang tahun ke-63 PT Pembangunan Jaya, diselenggarakan pameran buku Gerak Jakarta: Sejarah Ruang-Ruang Hidup. Pameran berlangsung di Bintaro Xchange Mall 2, Tangerang Selatan, sejak 18 hingga 27 Oktober.
Pameran itu menampilkan buku yang menceritakan tentang perjalanan panjang pembangunan Kota Jakarta dari masa ke masa untuk memberikan penggambaran transformasi ruang-ruang hidup di Jakarta mulai dari zaman Sunda Kelapa hingga Jakarta di era modern.
Pameran buku digelar untuk memperkenalkan ke publik berbagai aspek penting sejarah pembangunan Jakarta yang tecermin dalam perkembangan kawasan kota, sistem transportasi dan jaringan, tata kelola kota, hingga permukiman.
President Universitas Pembangunan Jaya Ir. Frans Satyaki Sunito, yang juga salah satu penulis buku Gerak Jakarta: Sejarah Ruang-Ruang Hidup mengatakan, buku tersebut sengaja dibuat untuk mengenalkan wajah Jakarta dari dulu hingga sekarang.
”Kami merasa terpanggil membuat buku ini. Buku ini mengenai sejarah tumbuhnya Jakarta. Untuk memperkenalkan sekaligus mengingatkan sejarah panjang kota Jakarta,” kata Frans Satyaki Sunito dalam keterangannya.
Buku Gerak Jakarta: Sejarah Ruang-Ruang Hidup merupakan karya monumental yang mendokumentasikan sejarah pembangunan Jakarta selama lebih dari 1.500 tahun. Di dalamnya juga mengupas perubahan infrastruktur dan tata ruang kota dimulai dari zaman kolonial hingga era modern.
”Melalui materi dalam buku yang dipamerkan, pengunjung berkesempatan untuk melihat bagaimana Jakarta berkembang dari kota pelabuhan sederhana menjadi pusat aktivitas yang kompleks dan dinamis,” tutur Frans Satyaki Sunito.
”Melalui buku Gerak Jakarta, dapat mengetahui bagaimana keputusan-keputusan pembangunan membentuk ruang-ruang hidup yang kita kenal sekarang. Buku Gerak Jakarta menampilkan berbagai dokumentasi dan arsip sejarah yang memperkuat narasi perkembangan kota,” imbuh dia.
Pengunjung dapat melihat rekam jejak perkembangan infrastruktur seperti benteng, kanal, rel kereta, gedung-gedung pemerintahan, hingga transportasi modern seperti MRT dan LRT.
”Bisa dikatakan bahwa pameran ini mengajak para pengunjung untuk merenungkan solusi bagi pembangunan Jakarta di masa depan dan mengingatkan bahwa pembangunan kota harus inklusif dan adil. Melalui pameran ini, diharapkan pengunjung dapat menggali ide-ide baru untuk membuat Jakarta lebih baik bagi semua,” tandas Frans Satyaki Sunito.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
