
Rapat Koordinasi, Pelaksanaan, Pengembangan, Tata Kelola dan Layanan Direktorat PAI Kemenag di Kota Bekasi, Selasa (14/5) malam.
JawaPos.com - Era digital menuntut adaptasi yang cepat bagi semua kalangan. Begitu juga terhadap guru, terutama guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Peran guru PAI di sekolah sangat strategis, yakni membentuk karakter peserta didiknya.
Nah, pembentukan karakter peserta didik di tengah era digital ini menuntut guru sangat luwes dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurut Staf Khusus Menteri Agama RI (Stafsus Menag) Wibowo Prasetyo, guru PAI harus memberikan keteladanan terhadap nilai-nilai spiritual, kepribadian, dan kepemimpinan. Jika itu ditanamkan, maka akan menjadi modal kuat membangun generasi bangsa lebih kokoh ke depan.
“Kuncinya, guru PAI harus siap terus meningkatkan kompetensinya dan lebih adaptif terhadap zaman. Sekarang ini era begitu cepat berubah, kalau kita tidak luwes maka akan tertinggal," ujar Wibowo di Jakarta pada Rabu (15/5).
Sebelumnya, Wibowo menyampaikan pandangan itu juga dalam rapat Direktorat PAI Kementerian Agama (Kemenag) di Kota Bekasi, Selasa (14/5) malam. Rapat itu terkait Koordinasi, Pelaksanaan, Pengembangan, Tata Kelola dan Layanan. "Digitalisasi di PAI adalah keharusan karena sudah menjadi tuntutan dunia,” sambung Wibowo.
Wibowo mengungkapkan, guru PAI memiliki posisi strategis, karena setiap hari berinteraksi dengan para anak didik yang mayoritas merupakan generasi Z. Kelebihan generasi Z itu sebagai pengguna aktif internet. Mereka sangat terbuka, toleran, cepat menerima informasi, kritis, multitasking, interaktif dan ambisius.
Di sisi lain, generasi Z memiliki kecenderungan lemah dalam hal memverifikasi informasi. Imbasnya, mereka mudah menyerap berbagai informasi tanpa menyadari bahwa apa yang mereka terima hoaks atau tidak. “Di sinilah peran strategis guru PAI agar menjadi penjernih atas berbagai kabar hoaks, termasuk yang berkaitan dengan isu-isu agama," ungkapnya menegaskan.
Penjernihan itu, sambungnya, agar anak diri terhindar dari kesalahan dalam beragama. Generasi Z ini harus kita kawal karena pada 2030 mendatang sebagian mereka bakal memegang peranan penting di negara ini.
Wibowo mengapresiasi Direktorat PAI yang kini telah membuat peta jalan (roadmap) dalam rangka menata pembelajaran agama Islam menjadi lebih berkualitas dan tepat sasaran. Program Satu Data untuk Semua dan Digitalisasi yang masuk dalam peta jalan itu mengindikasikan PAI ke depan akan lebih bersinggungan dengan pemanfaatan kemajuan teknologi.
Direktur PAI Kemenag M Munir menjelaskan, selain mendorong digitalisasi, pihaknya juga akan terus meningkatkan kompetensi dan kualifikasi terhadap guru serta pengawas PAI. Karir maupun kesejahteraan guru dan pengawas juga menjadi perhatian agar mereka lebih fokus dalam bertugas.
Program penguatan moderasi beragama juga terus dikembangkan. Antara lain, membangun ekosistem di tingkat sekolah sampai perguruan tinggi. Demikian pula budaya religius di sekolah juga diperkuat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
