Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Februari 2024 | 15.32 WIB

Pertama Kalinya Unhan Wisuda 75 Sarjana Kedokteran Militer, Otomatis Jadi Perwira TNI atau Harus Koas?

Menhan Prabowo Subianto saat menghadiri wisuda 573 mahasiswa program Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) Universitas Pertahanan (Unhan) di Sentul, Bogor, Senin (12/2). - Image

Menhan Prabowo Subianto saat menghadiri wisuda 573 mahasiswa program Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) Universitas Pertahanan (Unhan) di Sentul, Bogor, Senin (12/2).

JawaPos.com - Universitas Pertahanan (Unhan) RI mewisuda 573 mahasiswa program sarjana, magister, dan doktor pada Senin (12/2). Wisuda yang berlangsung di Kampus Unhan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu dihadiri juga Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Pada wisuda kali ini,Unhan untuk pertama kalinya mewisuda 75 sarjana kedokteran militer. Prabowo Subianto merasa bangga dengan Unhan yang pada akhirnya bisa mewisuda sebanyak 75 sarjana kedokteran militer.

Di hadapan para wisudawan, Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia masih kekurangan dokter. Lulusan sarjana kedokteran militer yang diwisuda Unhan diharapkan dapat menjadi tumpuan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Saya mengatakan ini bersejarah, karena untuk pertama kalinya Unhan RI menghasilkan 75 orang (sarjana) kedokteran militer,” ujar Prabowo Subianto sebagaimana dilansir Antara.

Meskipun Unhan baru membuka program studi (prodi) kedokteran militer, kini sudah mampu menghasilkan sebanyak 75 sarjana kedokteran militer. Ke depannya para wisudawan harus mengikuti program koas untuk mendapat gelar profesi dokter (dr).

Prabowo melanjutkan, kedokteran militer Unhan adalah salah satu cara dalam meningkatkan jumlah dokter di Indonesia. Pasalnya, jumlah dokter di Indonesia yang masih terbatas dan relatif kurang.

Berdasar data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini terdapat 92 fakultas kedokteran di Indonesia. Lantas Kemenkes menyarankan setidaknya Indonesia memiliki 300 fakultas kedokteran.

Tidak hanya itu, Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia saat ini masih kekurangan 140.000 dokter. Idealnya, perbandingan dokter dan jumlah penduduk Indonesia itu, 1: 1000 alias 1 dokter melayani seribu penduduk. Kini kondisi perbandingannya 1 dokter per 2.000 penduduk.

“Tetapi ingat ini baru awal. Dari saudara-saudara dan juga nanti dari sarjana-sarjana di bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) lainnya yang juga akan lulus di waktu yang akan datang, kita harapkan suatu prestasi dan sumbangan yang besar” ujar Prabowo Subianto.

Tidak hanya itu, Prabowo Subianto berpesan agar wisudawan dapat senantiasa belajar dan bekerja keras, karena merekalah yang akan membangun Indonesia.

Setidaknya, dalam acara tersebut, Unham mewisuda sebanyak 573 wisudawan, dari program doktor, magister, dan sarjana dari berbagai fakultas.

Untuk lulusan sarjana di Unhan ini tidak dijelaskan mereka apakah otomatis menjadi perwira TNI dengan mendapat pangkat letnan dua (letda) atau tidak.

Dikutip dari laman Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan RI, disebutkan bahwa dokter lulusan program pendidikan dokter Universitas Pertahanan RI Indonesia akan bekerja di fasilitas kesehatan di bawah Kementerian Pertahanan dan TNI. Mereka bertugas mengelola kesehatan anggota TNI, memastikan mereka dapat menjalankan tugasnya secara optimal.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore