
Gerbang masuk Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS).
JawaPos.com – Mantan Panitia Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, menyebut bahwa alasan rektorat membatalkan acara Pemecahan Rekor MURI dan Stuva maba secara sepihak adalah bualan belaka.
Dalam konferensi persnya, Senin (21/8), Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS, Hilmi Ash Shiddiqi, mengatakan bahwa panitia sejak awal telah rutin berkoordinasi dengan pihak kampus terkait persiapan acara tersebut.
Sejauh itu, kata Hilmi, rektorat tidak pernah sekalipun menyinggung soal Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diakui sebagai alasan pembatalan kegiatan Pemecahan Rekor MURI dan Stuva maba.
“Selama kami melakukan lobi dengan pihak rektorat, tidak ada sama sekali pembahasan IKU sebagai alasan pembatalan. Statement yang keluar di media itu, alasan semu dan dibuat-buat,” kata Hilmi, seperti dilansir dari Radar Solo (Jawa Pos Group).
Selain soal IKU, Hilmi juga membantah alasan rektorat yang menyebut bahwa kegiatan Pemecahan Rekor MURI dan Stuva itu telah membebani para maba. Menurutnya, tugas pengumpulan sampah ini tidak dibebankan kepada individu, melainkan secara kelompok.
Jauh dari pendapat rektorat soal maba yang terbebani, Hilmi menyebut bahwa para mahasiswa baru bahkan terlihat antusias mempersiapkan kegiatan Pemecahan Rekor MURI dan Stuva. Hal itu terbukti dari terkumpulnya sampah yang di luar target, yakni lebih dari 1 ton.
“Alasan memberatkan itu tidak masuk akal. Kami sudah mengumpulkan sampah 1 ton, tinggal eksekusi saja tapi dibatalkan. Selama ini pun kami juga sudah menjalin komunikasi secara terbuka dengan pihak rektorat,” terangnya.
Senada dengan Hilmi, Mantan Koordinator Acara Stuva dan Rekor MURI, Fitri Wulandari, mengatakan bahwa panitia sejatinya sudah berdiskusi panjang soal konsep kegiatan ini. Bahkan, ide lingkungan soal ini pun, kata Fitri, sudah sama-sama disepakati oleh kedua pihak, panitia dan rektorat.
“Dari pihak rektorat sebelumnya juga telah menyetujui dan mengakui jika kegiatan pemecahan rekor MURI ini bisa menunjang kegiatan IKU nomor 2. Yaitu memberikan pengalaman mahasiswa dari luar kampus, tapi entah mengapa tiba-tiba dibatalkan dengan alasan tidak menunjang IKU,” tegas Fitri.
Lebih lanjut, alasan lain dari pihak kampus adalah kekhawatiran mahasiswa yang terlibat pinjaman online (pinjol). Menurut panitia, spekulasi itu tidak benar. Ia memastikan bahwa panitia PKKMB jajaran mahasiswa telah menggandeng sponsorship yang jelas dan aman.
Mantan Koordinator Divisi Sponsorship Stuva dan Rekor MURI UNS, Farrel, menyebut bahwa dana yang terkumpul untuk kegiatan ini sudah mencapai 70-80 persen. Kesemuanya itu, tidak melibatkan mahasiswa baru sama sekali.
“Kami juga sering kali melakukan koordinasi dengan pihak keuangan rektorat. Sebelumnya mereka mengatakan akan ikut bertanggung jawab. Namun sekarang seakan-akan mereka lepas tanggung jawab,” kata Farrel.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
