Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 31 Mei 2023 | 00.19 WIB

UMJ Ganjar Ustad Adi Hidayat Doctor Honoris Causa Manajemen Pendidikan Islam

Ustad Adi Hidayat (UAH) saat menerima gelar kehormatan Doctor Honoris Causa dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

JawaPos.com - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menganugerahkan gelar kehormatan Doctor Honoris Causa untuk Ustad Adi Hidayat (UAH) dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam. Gelar ini tertuang dalam SK Rektor UMJ Nomor 218 Tahun 2023.

Selama dua tahun UAH telah melakukan penelitian, penelusuran kebenaran, serta penilaian kelayakan dan kepatutan Tim Promotor UMJ. UAH dinilai oleh masyarakat Islam Indonesia sebagai figur yang memiliki kedalaman Ilmu Pengetahuan bidang agama Islam, terutama dalam pengelolaan lembaga pendidikan, pengelolaan model dakwah Islam dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Rektor UMJ, Ma’mun Murod menyampaikan, pertimbangan lainnya dari penganugerahan tersebut bukan hanya didasari bahwa UAH adalah kader Muhammadiyah. 

”Saya menilai Ustad Adi Hidayat sebagai sosok yang sangat cerdas, dapat menghasilkan 1 metode menghafal Alquran yaitu metode At-Taisir. Selain itu, saya menyebut UAH sebagai dai yang sangat alim bahkan humoris, namun jarang tertawa memperlihatkan gigi, karena disitulah sunahnya," kata Ma’mun, Selasa (30/5).

Sementara, UAH menegaskan, orasi ilmiah yang disampaikannya berdasarkan pendidikan yang telah didirikan dan dibangun yaitu Yayasan Quantum Akhyar Institute (QAI) di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Yayasan tersebut bergerak di bidang studi Islam dan pengembangan dakwah.

Penyelenggaraan pendidikan di QAI terdiri dari pendidikan formal dan informal. Pendidikan formal yang saat ini diselenggarakan QAI terdiri dari Akhyar Internasional Islamic School (AIIS) yang dimulai dari kelompok bermain, TK hingga Sekolah Dasar.

Kurikulum yang digunakan AIIS berdasar pada nilai keislaman sesuai nilai-nilai Alquran dan hadist dipadukan dengan standar pendidikan nasional. Selain itu kurikulum juga memadukan tiga poros yaitu poros masjid, poros rumah, dan poros sekolah.

Pendidikan formal selanjutnya dalah Program Pendidikan Kader Ulama (PKU) yang setingkat dengan program sarjana, magister, dan doktor. Sementara itu pendidikan non-formal terselenggara melalui program At-Taisir Learning Center (ALC) dan Ma’had Islam Rafiah Akhyar Institute (MIRA Institute). 

UAH menuturkan bahwa orasi ilmiah pada rangkaian penganugerahan itu disampaikan sesuai dengan harapan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercantum dalam UU Sisdiknas. Dengan manajemen pendidikan Islam tersebut, diharapkan akan melahirkan insan-insan mulia dan cerdas di bidangnya. 

Maka, siswa lulusan AIIS yang dididik sejak level Kelompok Bermain hingga Doktor disiapkan untuk mengabdi pada umat, bangsa dan agama.

"Kapanpun Muhammadiyah memanggil, mereka siap ditempatkan untuk mengabdi di Muhammadiyah. Kapanpun Indonesia memanggil, mereka siap mengabdi untuk negara dan bangsa," tegas UAH.

“Saya Adi Hidayat, putera dan kader Muhammadiyah. Bahwa Muhammadiyah tidak pernah melahirkan putera-puterinya kecuali memiliki kontribusi bagi bangsa dan negara," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nasihir menyampaikan, Penganugerahan Gelar Doctor Honoris Causa dari Prodi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Sekolah Pascasarjana UMJ kepada UAH merupakan representasi pendidikan islam transformatif yang harus diimplementasikan dan disebarluaskan kepada masyarakat luas di lingkungan Muhammadiyah.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore