
Wamenag Zaenut Tauhid. (Dokumentasi BPKH)
JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di satuan pendidikan Islam. Keputusan ini dikeluarkan mengingat masih tingginya penyebaran Covid-19 di Indonesia. Selain itu gugus tugas pencegahan Covid-19 di satuan pendidikan, termasuk di pesantren diperkuat.
Secara khusus Kemenag menggelar rapat tentang eskalasi penyebaran Covid-19 di lingkungan pendidikan Islam. Rapat tersebut membahas mitigasi pencegahan penyebaran Covid-19. ’’PJJ Lebih diutamakan. Lembaga pendidikan jangan memaksakan pembelajaran tatap muka,’’ kata Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi, Selasa (6/10).
Selain terus melanjutkan PJJ, Kemenag juga memperkuat peran gugus tugas pencegahan Covid-19 di setiap lembaga pendidikan Islam. Khususnya di lingkungan pesantren. Seperti diketahui pesantren sudah mulai menerima santri kembali di tengah pemberlakuan tatanan kenormalan baru atau new normal. Dia menjelaskan kesehatan para pengasuh pesantren, ustad, dan santri harus dijaga.
Kemenag menilai kasus positif Covid-19 di Indonesia sampai saat ini masih belum melandai. Rata-rata kasus baru Covid-19 setiap hari saat ini di angka 3.500 sampai 4.000 kasus. Untuk itu tim gugus tugas di lingkungan pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi harus ditingkatkan untuk mitigasi dan pencegahan.
Lebih lanjut, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani memastikan bahwa kegiatan belajar-mengajar di madrasah tetap berpedoman pada kurikulum darurat. Diantaranya adalah mengutamakan PJJ.
’’Bagi madrasah yang tidak terjangkau, dapat menggunakan pola pembeljaran drive thru learn atau guru kunjung,’’ jelasnya. Pejabat yang akrab disapa Dhani itu mengatakan PJJ di madrasah diharapkan bisa diadaptasi lingkungan pesantren.
Dia juga berharap guru madrasah memainkan peran sebagai seorang pendidik di lingkungan kemasyarakatan. Diantaranya dengan ikut mengkampanyekan penerapan protokol kesehatan pencegahan penulran Covid-19.
Kasus penuralan Covid-19 terbaru di lingkungan pendidikan agama Islam terjadi di Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta. Ada 200 mahasiswanya dinyatakan positif Covid-19. Seluruhnya sudah dievakuasi ke wisma atlet untuk menjalani karantina mandiri.
Para mahasiswa yang dinyatakan positif Covid-19 itu tinggal di dalam asrama kampus. Mereka adalah mahasiswa angkatan baru. Sesuai aturan kampus, mahasiswa baru wajib tinggal di asrama kampus. Sebab mereka wajib hafal Alquran.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Z2XP7LDesk4&ab_channel=jawapostvofficial

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
