
Photo
JawaPos.com - Air merupakan elemen yang sangat penting bagi kehidupan di bumi. Keberadaannya mengalirkan sejuta manfaat pada setiap makhluk hidup, terutama dalam menjaga tubuh dari kekurangan cairan atau dehidrasi.
Saat ini, risiko krisis air mulai disadari di wilayah kota-kota besar dan tersedianya air bersih merupakan tantangan utama yang dihadapi belakangan ini. Karenanya, dibutuhkan kolaborasi dan peran dari berbagai lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengatasi masalah tersebut.
Sebagai salah satu tempat lahirnya para intelektual, Universitas Indonesia (UI) tidak hanya memberikan buah pemikiran sebagai solusi atas tantangan akses air bersih, tetapi turut hadir menyumbangkan ilmunya melalui penerapan teknologi Sistem Pemanenan Air Hujan (SPAH).
Teknologi yang dikembangkan Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) UI ini merupakan salah satu kontribusi nyata untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Bahkan, teknologi elektrolisis ini mampu mengubah air bersih dari SPAH menjadi air layak minum.
SPAH merupakan metode atau teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan air hujan yang berasal dari atap bangunan, permukaan tanah, jalan atau perbukitan batu dan dimanfaatkan sebagai sumber suplai air bersih. Air hujan merupakan sumber air yang sangat penting, terutama di daerah yang tidak memiliki sistem penyediaan air bersih, kualitas air permukaan yang buruk, dan tidak adanya air tanah.
Melalui program pengabdian masyarakat, SIL UI membangun instalasi SPAH di beberapa tempat yang ada di Jakarta, Cikarang dan Nusa Tenggara Timur. Dalam pelaksanaannya, SIL UI mengajak para mitra swasta dan pemerintah sebagai wujud dari kerja sama pentahelix.
Mitra-mitra tersebut, diantaranya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yayasan Unilever Indonesia, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Manggarai Barat (BAPPEDA), dan beberapa jajaran dinas pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
Ketua Tim Pengmas SIL UI, Dr. Hayati Sari Hasibuan mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan dilanjutkan oleh masyarakat dan pemerintah setempat dengan bermitra bersama UI sebagai tim teknis.
Ia menambahkan,sistem pemanen air hujan tersebut berasal dari air hujan (alam) yang akan selalu tersedia dalam sebuah siklus. Setelah adanya instalasi pemanen air hujan di beberapa lokasi tersebut, akan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih yang akan membawa efek positif pada kesehatan dan lingkungan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022