Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 31 Agustus 2021 | 23.20 WIB

PTM Pakai Metode Blended Learning atau Hybrid Learning, Pilih Mana?

Sejumlah siswa dan siswa SMAN 5 Surabaya mengikuti kegiatan Pembelajaran Tatap Muka untuk pertama kalinya di tahun ajaran baru usai mendapatkan izin dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, kemarin, Senin (30/8/2021).Kegiatan yang berlangsung selama dua - Image

Sejumlah siswa dan siswa SMAN 5 Surabaya mengikuti kegiatan Pembelajaran Tatap Muka untuk pertama kalinya di tahun ajaran baru usai mendapatkan izin dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, kemarin, Senin (30/8/2021).Kegiatan yang berlangsung selama dua

JawaPos.com - Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah mulai berlangsung di sejumlah wilayah Tanah Air. Perlu diingat belajar di sekolah bukan berarti sama seperti kondisi normal.

Terdapat dua metode yang dapat digunakan dalam model PTM terbatas ini, yakni blended learning dan hybrid learning. Untuk para guru, mau pilih metode yang mana dalam melaksanakan tugasnya?

Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menyampaikan, metode hybrid learning adalah kombinasi antara tatap muka dan tatap maya. Jadi, ada yang belajar di sekolah dan sebagian lewat online di waktu yang bersamaan.

"Hybrid learning, itu pembelajaran kombinasi antara pembelajaran tatap maya dan tatap muka. Tatap muka di sekolah 50 persen, tatap maya 50 persen. Itu dibutuhkan kemampuan guru untuk mengajar metode ini," kata dia kepada JawaPos.com, Selasa (31/8).

Sementara itu, metode blended learning adalah perpaduan antara tatap muka langsung di waktu dan ruang yang sama dengan pembelajaran tidak langsung di ruang serta waktu yang berbeda.

"Contoh saya mengajar anak saya 50 persen di sekolah, sebagian dikasih tugas, mereka belajar mandiri, nanti mereka kumpulkan tugasnya dan saya kasih komentar," ucapnya.

Adapun, blended learning ini merupakan kombinasi antara synchronous learning dengan mekanisme tatap muka atau live synchronous learning dan asynchronous learning dengan skema belajar mandiri. Sementara hybrid learning adalah synchronous learning dengan mekanisme tatap muka dan tatap maya.

Kata dia, untuk memperagakan hybrid learning dalam sistem pembelajaran agak memberatkan para guru dan juga murid. Sebab, itu membutuhkan infrastruktur, seperti kamera, microphone dan juga papan tulis digital.

"Guru lebih berat tantanganannya mengajar yang metode hybrid. Lebih baik blended learning," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore