
Denny JA sebagai penggagas lomba resensi buku puisi esai mengaku sangat agum dengan minta menulis ana-ana milenial.
JawaPos.com - Presiden Badan Bahasa dan Sastra Sabah (BAHASA) Malaysia Datuk Jasni Matlani mengungkapkan alasan pemberian penghargaan sastra tingkat ASEAN kepada Denny JA. Salah satunya karena puisi esai.
"Denny JA dianggap mendekatkan sastra kepada khalayak yang lebih luas melalui genre puisi esai. Tentu ini memberi sumbangan besar pada dunia sastra," ujar Datuk Jasni dalam keterangan tertulis pada JawaPos.com, Minggu, (15/3).
Menurut Datuk Jasni Matlani, puisi esai bukan saja menjadi cara baru sastra berkomunikasi dengan audience. Tapi lebih penting lagi tema puisi esai itu kental dengan isu kemanusiaan, seperti soal masyarakat tanpa diskriminasi.
"Kami melihat, tema yang diangkat di banyak puisi esai bukan saja sesuai dengan kondisi Indonesia. Tapi juga sesuai dengan kultur Asia Tenggara,” ujarnya.
Selain itu, gagasan yang dibawa oleh Denny JA, lanjutnya, semakin diterima dan turut dirasakan dampaknya di negara berbagai negata ASEAN. sebab genre puisi esai ini sudah berhasil mengekspresikan hubungan antar kultur, masyarakat dan negara.
"Sebab itu kami berpendapat beliau sangat layak menerima anugerah ini,” ungkap Datuk.
Datuk juga menjelaskan, puisi esai sangat penting kerana ia memperkaya cara bertutur dalam sastra. Puisi esai memberi pilihan kepada masyarakat untuk menuliskan puisi dengan riset dan catatan kaki. Ia tak hanya mengelaborasi sisi psikologis individual, tapi juga memaparkan isu sosial.
"Apalagi kini puisi esai sudah dikembangkan menjadi film. Puisi esai yang panjang, berbabak, yang umumnya berupa historical fiction, memang lebih potensial diangkat ke layar lebar,” paparnya.
Puisi esai, lanjut Datuk, adalah buah dunia sastra yang juga selalu berinovasi sesuai perkembangan zaman. Karena itu Denny JA layak diapresiasi karena ia dengan segala sumber daya ikut menyegarkan dunia sastra melalui puisi esai yang ia kembangkan.
Sebelumnya, Badan Bahasa dan Sastra Sabah Malaysia memberikan penghargaan sastra tingkat ASEAN kepada Denny JA. Penghargaan sastra untuk kemanusiaan dan Diplomasi ASEAN ini merupakan satu anugrah sastra tertinggi yang diberikan oleh kerajaan (pemerintah) Negeri Sabah.
Penghargaan ini diberikan kepada seorang pengarang dan tokoh sastra yang dianggap memberikan sumbangan besar, baik kepada perkembangan sastra ataupun terhadap isu kemanusiaan, untuk tingkat ASEAN.
Badan Bahasa dan Sastra Sabah (BAHASA) adalah sebuah badan bebas yang didukung penuh oleh kerajaan (pemerintah) negeri Sabah. Badan ini bertanggungjawab melaksanakan kerja-kerja pengembangan sastra di Sabah dan disekitar. Badan ini berdiri pada tanggal 19 Maret 1970. Sudah lima puluh tahun badan ini mengurus soal sastra.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
