
Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Peran Strategis Bahasa Indonesia dan Genetika dalam Menjaga Keutuhan NKRI, di kantor Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Jakarta, Rabu (21/3).
JawaPos.com - Ahli Bahasa Universitas Mataram, Prof Dr Mahsun menilai Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa perlu terus dirawat. Melalui pelestarian bahasa agar tidak terdegradasi oleh bahasa asing.
Pentingnya peran bahasa ini ditegaskan Mahsun dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Peran Strategis Bahasa Indonesia dan Genetika dalam Menjaga Keutuhan NKRI", di kantor Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Jakarta, Rabu (21/3).
Mahsun mencontohkan salah satu yang sedang massif dan perlu diwaspadai adalah degradasi Bahasa Melayu oleh Malaysia.
Malaysia mendorong internasionalisasi bahasa melayu ke Indonesia. Mereka terus berusaha agar bahasa melayu berada diatas bahasa Indonesia.
"Bahasa Melayu Malaysia, dalam Undang-Undang mereka jelas dipakai sebagai bahasa nasional. Tetapi dalam pemakaian ternyata mereka tidak dominan. Mereka menggandeng Indonesia memperkuat agar Melayu menjadi bahasa internasional sehingga nantinya warga Malaysia akan nekad belajar lagi bahasa itu," terang Mahsun.
Hal ini, lanjut dia, Bahasa Melayu adalah nama lain dari Bahasa Indonesia. Padahal sudah jelas sekali beda, mulai dialeknya, sampai ke kaidah-kaidah bahasa lainnya.
Begitupun secara hirarki bahasa, Bahasa Melayu adalah bahasa daerah yang posisinya berada dibawah bahasa Indonesia.
"Selain itu, banyak juga pandangan salah dari masyarakat yang cenderung menganggap semua budaya dari luar lebih baik. Termasuk bahasa," ungkap penulis buku Tanah Air Bahasa Indonesia ini.
Hal ini terlihat dalam kasus Paulinah, warga Indonesia yang menuntut ilmu di luar negeri. Setelah pulang dia menikah dengan orang Indonesia.
Anaknya besar di Indonesia, tapi banyak diajarkan Bahasa Inggris dan tidak bisa berbahasa Indonesia.
"Bayangkan kalau semua anak Indonesia seperti itu, bagus dalam berbahasa Inggris dan bagus incomenya (keuangan). Nanti semua generasi muda nanti anak-anaknya diajari bahasa pertamanya bahasa Inggris, lama kelamaan bahasa Indonesia yang merupakan roh bangsa hilang," ucapnya.
"Kalau sudah hilang, Indonesia akan kehilangan jiwanya, karena bahasa mencerminkan cara berpikir kita," tambahnya.
Hal yang sama juga diutarakan Ketua Umum DPP LDII, Abdullah Syam. Dia menilai bahasa memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan NKRI.
Sehingga sangat perlu dilakukan penyamaan persepsi terkait hal tersebut.
"Ternyata pendekatan bahasa dan pendekatan genetik yang membuat kita kuat. Sebagai salah satu wujud dari empat konsesus bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI," ujar dia.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
