
OUT THE TRACK: Cak Lontong saat memberikan sambutan di Graha 10 November ITS, Sukolilo, Surabaya, Jumat pagi (10/11)
JawaPos.com - Apa jadinya jika komedian dapat penghargaan dari almamater kampusnya? Bisa jadi komedian itu justru melawak tanpa diminta. Itulah yang dilakukan Cak Lontong saat menerima penghargaan dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, Jumat (10/11) pagi.
Dengan gayanya yang slengekan, pria bernama asli Lies Hartono itu malah membanyol saat diminta berpidato. ''Teman-teman saya rata-rata kuliah antara 3,5 sampai 4 tahun. Saya (lulus) hampir 7 tahun, saya menunjukkan kuliah di ITS itu tidak mudah. Ada teman yang bertanya, saya kuliah di ITS ambil jurusan apa, saya jawab ambil hikmahnya,'' ucapnya yang langsung mengundang gelak tawa para audiens.
Cak Lontong mengatakan, dirinya tidak pernah berpikir bakal mendapatkan penghargaan dari ITS. Sebab, dia merasa hidupnya tersesat. Tak seperti kawan-kawannya di kampus setelah lulus, Cak Lontong malah berjodoh dengan dunia entertainment. Menjadi pelawak berarti melenceng dari apa yang dia dapat saat kuliah.
Pria yang pernah bergabung dengan grup ludruk Tjap Toegoe Pahlawan itu lantas menceritakan saat dia diundang mantan Menteri Pendidikan M. Nuh ke sebuah acara. Kala itu, M. Nuh memperkenalkan Cak Lontong sebagai alumnus ITS kepada undangan.
''Pak Nuh bilang, inilah alumni ITS yang sukses di jalan sesat. Terima kasih Pak Nuh, saya belum kembali ke jalan yang benar. Saya konsisten di jalan sesat,'' ungkap Cak Lontong yang membuat audiens tertawa kembali, termasuk M. Nuh yang duduk di depannya, di barisan kursi tamu rektorat ITS.
ITS memberikan penghargaan kepada Cak Lontong karena berhasil mengharumkan nama almamater. Atas penghargaan itu, Cak Lontong tak lupa mengucapkan terima kasih. Tapi lagi-lagi, candaan cerdas meluncur lancar dari mulutnya.
''Terima kasih diberi penghargaan. Masa pendidikan tidak menghasilkan apa-apa buat ITS. Ijazah saya malah dimakan rayap. Rayapnya tahu betul mana yang dipakai dan tidak,'' canda Cak Lontong.
Tidak hanya menghibur audiens, secara khusus Cak Lontong juga melontarkan candaan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Kebetulan, Susi lah yang paling semangat meminta Cak Lontong berpidato setelah namanya dipanggil maju ke panggung. Susi sendiri menerima gelar Doktor Honoris Causa dari ITS.
''Selamat Bu Susi atas gelar Doktor Honoris Causa. Kalau saya juga dapat gelar honore gak usah. Saya free untuk ITS,'' kata pria yang menggawangi acara Waktu Indonesia Bercanda di Net TV itu.
Selain Cak Lontong, ITS juga memberikan penghargaan kepada Ketua KPK Agus Rahardjo. Sejumlah akademisi dan alumni ITS yang berprestasi membesarkan nama almamater juga mendapat penghargaan serupa.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Rektor ITS Prof Joni Hermana di sela-sela pemberian gelar Doktor Honoris Causa bagi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
