
ilustrasi anak sekolah dasar
JawaPos.com - Ombudsman mempertanyakan jalur istimewa alias jalur khusus (Jalsus) masuk sekolah negeri di Depok yang memprioritaskan anak anggota TNI dan Polri. Jalur istimewa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) itu dinilai kebijakan yang diskriminatif.
Menanggapi hal itu, Irjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Daryanto menegaskan, sebetulnya hal itu tak sesuai dengan semangat memperjuangkan hak anak dalam mendapatkan kesempatan pendidikan.
Apalagi, kata dia, jika peluang ini dimanfaatkan oleh oknum yang mengaku anggota TNI Polri untuk memfasilitasi siswa titipan masuk sekolah negeri.
“Itu enggak boleh. Itu diskriminasi,” tegas Irjen Kemendikbud Daryanto, Rabu (12/7).
Alasan yang diberlakukan di Depok disebabkan anggota TNI Polri seringkali berpindah tugas sehingga siswa anak anggota TNI Polri diberikan prioritas. Namun Daryano meminta hal itu tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.
“Kalau cuma anaknya sendiri, itu manusiawi karena soal tugas jadi diberi prioritas. Namun seringnya itu, bawa-bawa anak orang lain, bawanya banyak pula lalu pakai ancam-ancam segala, repot juga kan,” tukasnya.
Hal itu, kata dia, tentu menodai proses keadilan dalam mendapatkan pendidikan.
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad menegaskan di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terbagi menjadi 3 kategori.
Pertama, kuota diberikan bagi 90 persen siswa di zonasi tertentu. Kedua, 20 persen dari 90 persen siswa diberikan bagi siswa tak mampu. Ketiga, 10 persen diberikan bagi kuota siswa dengan alasan khusus yakni 5 persen karena pindahan atau alasan khusus, dan 5 persen karena prestasi akademik.
“Jadi yang 5 persen itu karena alasan khusus, misalnya anak guru, si guru ini sering pindah-pindah, atau anggota TNI Polri yang sering berpindah tugas. Namun tetap ada diskresi kebijakan di tiap daerah,” papar Hamid. (cr1/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
