Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Juni 2017 | 12.19 WIB

Kiprah Margie Diving Club, Ekskul Keren dari Sekolah Margie

BERGULING: Instruktur selam MDC Jusuf Hudiono Soedarmadji (kiri) memandu member Margie Diving Club melakukan teknik back roll. - Image

BERGULING: Instruktur selam MDC Jusuf Hudiono Soedarmadji (kiri) memandu member Margie Diving Club melakukan teknik back roll.

Kegiatan menyelam identik dengan menantang bahaya. Apalagi jika dilakukan pelajar SMA. Namun, hal itu tidak berlaku untuk siswa-siswi SMA Margie. Olahraga yang menguji ketahanan tubuh tersebut justru menjadi ekstrakurikuler yang digemari.



USIA muda identik dengan hobi berpetualang. Salah satunya diwujudkan dengan kegiatan menyelami lautan. Itulah yang dilakukan para siswa yang bergabung dalam Margie Diving Club (MDC).


Kiprah ekstrakurikuler itu tak tanggung-tanggung. Hampir setiap tahun, ada 2–3 kali kegiatan menyelam di lautan atau open water. Yang terakhir, anggota MDC menyelam di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Perairan di Pulau Menjangan dan Tulamben, Bali, tak luput dari jujukan mereka.


Sebelum terjun ke laut, anggota harus melalui latihan kolam. Mereka harus memantapkan kemampuan berenang hingga membekali diri dengan teori yang cukup. Biasanya latihan kolam dilakukan setiap bulan, lalu menjadi lebih intensif menjelang open water.


Kegiatan menyelam yang biasanya di kedalaman 20 meter itu tak menggentarkan remaja belia tersebut. Pengalaman bertemu hewan dan tumbuhan di laut menjadi kepuasan tersendiri. Hal itu disampaikan Larasati Indhita Sugianto. Dia mengaku senang setelah mengikuti beberapa kali kegiatan open water. ”Bagus banget di bawah (laut, Red). Pokoknya nggak bisa diungkapin,” ceritanya dengan raut muka bahagia.


Hal serupa disampaikan tiga bersaudara member MDC. Mereka adalah Laurentius Ardhie Martono, Veronica Anne Martono, dan Antonius Andy Martono, 11. ”Bisa liat shark (hiu),” ucap Anne yang masih duduk di bangku SMP. Di antara mereka bertiga, baru Ardhie yang memiliki lisensi karena sudah cukup umur dan berada di jenjang SMA. Dua adiknya diperbolehkan ikut karena dalam pengawasan orang tua. ”Udah diving di Menjangan, lihat ikan pari,” ujar Andy.


Instruktur selam MDC Jusuf Hudiono Soedarmadji menyatakan, setiap member mendapat pembekalan praktik maupun teori. ”Selain latihan kolam, kami putarkan film tentang teknik hingga bahaya penyelaman,” bebernya.



Para anggota MDC wajib menguasai beberapa teknik. Yang pertama dan utama harus bisa berenang. Kalau belum bisa berenang, akan diberi pelatihan. Selain itu, cara masuk ke dalam air menggunakan teknik back roll. Ada pula teknik membersihkan masker di dalam air. Menurut Jusuf, kegiatan open water mengandung misi. Yakni, mengenalkan keindahan alam Indonesia. Termasuk menumbuhkan rasa cinta pada tanah air. ”Yang terpenting adalah kemauan dan rasa percaya diri untuk berani menyelami keindahan lautan kita,” ungkapnya. (kik/c16/nda)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore