
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy
JawaPos.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy gerah mendapat kritik tajam dari komisi X DPR dalam rapat yang diselenggarakan hari ini, Selasa (13/6). Khususnya terkait sekolah lima hari seminggu dengan durasi waktu delapan jam per hari.
Kalangan DPR menyebut wacana tersebut sebagai Full Day School. Namun kata Muhadjir, tidak perlu memakai istilah itu. "Jangan pakai Full Day School karena menyesatkan. Itu program penguatan pendidikan karakter atau PPK," tegasnya kepada anggota komisi X DPR yang hadir di dalam ruang rapat, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/6).
Adapun program yang muncul pada tahun lalu itu sejatinya belum dihentikan. Kata dia, keputusan rapat terbatas kabinet kala itu meminta dirinya untuk melakukan uji coba terlebih dahulu di 1500 sekolah.
Tahun ini pun mereka menargetkan 5000 sekolah untuk diuji coba. Namun bertambah menjadi 9000-an sekolah karena ada yang suka rela untuk memberlakukan sekolah selama lima hari itu. "Ada sebelas kabupaten kota yang sukarela berlakukan seluruhnya," tuturnya.
Atas dasar itu Kemendikbud lantas memandang perlu mengeluarkan peraturan menteri yamg mengakomodasi penyelennggaran program PPK. Permennya, baru bisa dikeluarkan Kementerian Hukum dan HAM hari ini.
Karenanya, Muhadjir memandang aneh ketika banyak kritik dari sejumlah kalangan, padahal aturannya saja pun belum dibuat. "Yang sebelumnya diperbincangkan itu saya tidak tahu bahannya dari mana. Mestinya kalau ingin mengkritisi, mempersoalkan, harus baca peraturan menterinya dulu. Tadi sudah turun nanti kami akan sahkan," kritiknya balik.
Karena itu, dia meminta supaya semua pihak lebih baik membaca terlebih dahulu peraturan menteri yang akan dikeluarkannya nanti mengenai PPK ini. Dia yakin, setelah dibaca, pihak-pihak yang sebelumnya mengkritisi pasti akan paham maksud dan tujuan dari aturan tersebut.
"Sekali lagi saya mohon maaf. Saya paham banyak polemik yang tidak proporsional karena memang belum ada payung hukum selain sosialisasi kami yang sangat terbatas," pungkas pengganti Anies Baswedan itu. (dna/JPG)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
