
LEBIH AMAN: Para siswi SMPN 2 Wonoayu mengayuh sepeda saat deklarasi dukungan terhadap program SOS akhir April lalu.
JawaPos.com – Semangat pemkab untuk menggelorakan program Save Our Student (SOS) di sekolah-sekolah terus berkobar. Bahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo telah membuat pola penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang mendukung program tersebut.
Sekretaris Dikbud Sidoarjo Tirto Adi mengatakan, pemkab telah merancang teknik PPDB untuk jenjang SD dan SMP yang mendukung program SOS. Misalnya, dalam penerimaan jalur prestasi (japres) untuk jenjang SMP. Salah satu syarat yang menjadi pertimbangan utama siswa diterima melalui japres adalah jarak rumah siswa dengan sekolah yang dituju.
’’Ini sudah kami lakukan pada japres tahun ini,’’ ujar Tirto, Minggu (4/6). Begitu juga pada PPDB jenjang SD. Pertimbangan yang utama memang tetap melihat umur. Namun, pertimbangan kedua adalah jarak rumah siswa dengan sekolah. Asumsinya, jika rumah dekat dengan sekolah, siswa tersebut bisa berangkat dengan berjalan kaki. Sekalipun agak jauh, masih terjangkau dengan naik sepeda.
Menurut Tirto, semua sudah disusun dalam perbup PPDB. ’’Biar tidak ada alasan siswa berangkat dengan membawa sepeda motor karena jarak rumahnya sangat jauh dari sekolah,’’ tegasnya.
Sementara itu, PPDB SMP jalur reguler, kata Tirto, memang tidak mempertimbangkan jarak rumah siswa dengan sekolah. Melainkan, hanya berpatokan pada hasil nilai akhir (NA). Meski begitu, jika siswa yang sudah diterima tidak mendaftar ulang hingga tahap kedua, bangku kosong tersebut bisa diisi warga sekitar sekolah.
’’Kalau bangku kosongnya lima, terus warga sekitarnya tujuh, akan dilihat NA tertinggi,’’ katanya.
Untuk mendukung efektivitas penerapan program SOS, lanjut dia, Kepala Dikbud Sidoarjo Mustain Baladan telah menurunkan surat edaran (SE) baru. Dalam SE tersebut ditegaskan bahwa pihak sekolah bisa menindaklanjuti program SOS dengan memberikan sosialisasi, pendampingan, dan pembinaan kepada siswa.
Jika melakukan pelanggaran, siswa mendapatkan sanksi pengurangan nilai pada mata pelajaran pendidikan agama dan pendidikan kewarganegaraan (PKn). ’’Program ini sudah berjalan,’’ ungkapnya.
Tirto menuturkan, pihaknya juga berencana mengadakan lomba program SOS antarsekolah. ’’Program SOS ini untuk melindungi para pelajar,’’ tandasnya. (ayu/c7/pri)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022