
DUKUNG: Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf (depan kiri) saat di Unair kemarin.
JawaPos.com - Anggota Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja di Universitas Airlangga (Unair) kemarin (24/3). Kunjungan tersebut dalam rangka melihat kesiapan Unair dalam program wajib kerja dokter spesialis (WKDS).
”Program WKDS ini sebagai langkah pemerintah dalam distribusi tenaga kesehatan di seluruh wilayah. Terutama dari dokter spesialis,” terang Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf. Di indonesia jumlah tenaga dokter mencapai 200 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 28 ribu orang merupakan dokter spesialis.
Persebaran dokter spesialis saat ini masih terfokus pada kota-kota besar. Seperti di Jawa Barat, semisal. Jumlah dokter spesialis mencapai sembilan ribu orang. Sedang di Jawa Timur jumlahnya mencapai enam ribu dokter. Kondisi tersebut membuat banyak wilayah di Indonesia, terutama di luar Jawa sangat kekurangan.
Setiap dokter spesialis yang mengikuti WKDS akan ditempatkan di wilayah praktek selama setahun. Untuk WKDS yang sedang tugas belajar waktunya lebih lama. Yakni, sekitar dua tahun.
Untuk menunjang kesejahteraan dokter selama WKDS pemerintah akan memberikan insentif tambahan. Sesuai dengan posisi penempanan wilayah dokter bersangkutan. Semisal, untuk daerah terpencil dan tertinggal tunjangannya mencapai Rp 30 juta per bulan.
Untuk wilayah yang sedikit lebih maju tunjangan akan disesuaikan. ”Mulai dari Rp 27 juta hingga Rp 25 juta per bulan,” terang politi partai demokrat itu.
Tunjangan tersebut juga masih ditambah dengan bantuan pemkab tempat dokter mendapatkan tugas wajib. Besarnya tergantung dari kesanggupan daerah untuk membantu. ”Untuk kesejaheraan, kami sudah mendorong pemerintah untuk memberikan insentif,” jelasnya.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim Poernomo Boedi Setiawan menyampaikan beberapa masukan terkait program WKDS. Di antaranya mengenai keamanan dan pengawalan dokter saat berpraktek. Sebab, di daerah yang minim tenaga medis khususnya dokter spesialis, mereka akan mendapatkan jam kerja panjang.
Dia menyebut semisal ketika dokter spesialis sedang melakukan operasi. Dan pada saat tertentu ada banyak pasien yang dioperasi dalam sehari. Jika hanya ada satu dokter spesialis di rumah satu tersebut, jelas kondisi tersebut membahayakan keselamatan pasien. ”Satu hari operasi lima hingga enam kali. Ketika kondisi fisik lelah, jelas penanganan pasien terakhir semakin berbahaya,” terangnya.
Selain itu, Poernomo juga mengkritik mengenai fasilitas rumah sakit yang tak perlengkapan untuk melakukan sebuah operasi. Sebab jika tak ada peralatan standar, kondisi penganan dokter juga tak akan baik.
Wakil Rektor I Unair Djoko Santoso menyampaikan, kampusnya sudah siap mengirimkan para dokter spesialisnya untuk WKDS. Pada tahun 2016 lalu, FK Unait telah meluluskan banyak dokter spesialis.
Di antaranya anestesia dan reanimasi sebanyak 18 orang, spesialis bedah sebanyak 7 orang, spesialis anak 17 orang, spesialis penyakit dalam 32 orang, serta obstetri dan ginekologi sebanyak 18 orang. ”Unair telah siap untuk menyambut program WKSD yang sudah dicanangkan pemerintah,” jelasnya. (elo/tia)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
