Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Februari 2017 | 20.29 WIB

Komputer Kurang, Pinjam Laptop Siswa

BELUM KOMPLET : Siswa MTsN Model Trenggalek melaksanakan uji coba UNBK di salah satu ruang laboratorium komputer. - Image

BELUM KOMPLET : Siswa MTsN Model Trenggalek melaksanakan uji coba UNBK di salah satu ruang laboratorium komputer.


JawaPos.com- Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Trenggalek tidak bisa berbuat banyak soal pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) bagi jenjang madrasah tsanawiyah (MTs). Tidak seluruh MTs di Trenggalek ikut UNBK yang rencananya dilaksanakan Mei .



Berdasar data dari Kankemenag Trenggalek, hanya delapan di antara 21 lembaga MTs se-Trenggalek yang ikut UNBK. Jumlah tersebut terdiri atas lima MTsN, dan tiga MTsS.



”Sebab, mepetnya persiapan UNBK tidak bisa diikuti 100 persen Mts. Kendati demikian, khusus MTsN, seluruhnya akan ikut UNBK 2017,” ungkap Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kankemenag Trenggalek Suryani.



Dia melanjutkan, hal itu terjadi karena pemberitahuan yang mengisyaratkan seluruh sekolah wajib melaksanakan UNBK baru diumumkan. Jadi, madrasah, ujar Suryani, kesulitan mempersiapkan berbagai keperluan seperti sarana dan prasarana (sarpras) untuk memenuhi syarat.



Apalagi, terang dia, kondisi Trenggalek yang memiliki wilayah sebagian besar pegunungan turut mengganggu persiapan madrasah, khususnya pengadaan jaringan. ”Persiapan yang paling berat adalah jaringan. Karena itu, sementara waktu beberapa MTsS masih UN seperti tahun sebelumnya,” ungkap Suryani.



Kendati demikian, delapan lembaga MTs yang ikut UNBK merupakan hasil optimal. Sebelumnya, hanya ada dua MTs, yaitu MTsN Kampak dan MTsN Model Trenggalek yang diajukan UNBK 2017.



Lembaga yang ikut UNBK tersebut meningkat setelah kankemenag mengadakan sosialisasi terkait dengan imbauan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta mempertimbangkan untung dan ruginya. Saat ini persiapan lembaga yang ikut UNBK terus dilakukan. Meliputi pengadaan sarpras, peningkatan daya listrik, pembekalan berupa pelatihan bagi peserta UNBK, dan penugasan guru madrasah bersangkutan sebagai teknisi.



”Persiapan telah kami lakukan secara matang. Semoga pada pelaksanaan tidak ada kendala. Diusahakan UNBK tahun depan seluruh MTs bisa mengikutinya,” terang pria asal Tulungagung tersebut.



Di sisi lain, Waka Kurikulum MTsN Model Trenggalek Siti Sumarmi menambahkan, untuk persiapan UNBK, saat ini sekolah memiliki kendala, yaitu belum lengkapnya perangkat komputer untuk klien. Sebab, hanya ada satu di antara empat ruangan yang disiapkan untuk UNBK yang telah terisi perangkat komputer. Tiga ruangan lainnya masih kosong. ”Meski begitu, kami telah mengajukan penambahan komputer dan segera datang sebelum uji coba UNBK pada akhir Februari mendatang,” terangnya.



Perempuan yang akrab disapa Marmi itu menjelaskan, hal tersebut tidak mengganggu jalannya pelatihan UNBK bagi siswa. Sebab, ketika pelatihan, siswa telah membawa komputer jinjing (laptop) sendiri. Sementara itu, menurut keterangan calon peserta, mereka lebih enjoy ketika UN dilakukan dengan UNBK karena bisa mempersingkat waktu pengisian data dan meminimalkan kesalahan pengisian data.



Kekurangan komputer saat UNBK, madrasah masih menunggu datangnya pengadaan perangkat komputer. Jadi, jika seluruh barang pengadaan datang, tapi masih kurang, kekurangan tersebut akan dicukupi dengan meminjam laptop guru atau siswa.



”Perihal peminjaman laptop, kami sosialisasikan kepada wali murid dan nanti ada surat resmi mengenai hal itu. Hingga saat ini, siswa tidak terbebani dengan pelaksanaan UNBK karena sudah terbiasa,” tutur perempuan berhijab tersebut. (jaz/and/c25/diq)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore