
AJAK SEHAT: Pendiri Sanggar Daun Lukis Arik S. Wartono melihat karya peserta workshop lukis Sabtu (7/1) di Mediaztinum Market, Exhibition Centre Galaxy Mall.
JawaPos.com – Mahasiswa kedokteran tak selalu identik dengan rumah sakit. Hal itu bisa dilihat dalam kegiatan yang digelar Universitas Hang Tuah di Exhibition Centre Galaxy Mall, Sabtu (7/1).
Deretan tenant yang jauh dari istilah kedokteran tampak memenuhi ruangan di lantai 6 tersebut. Kegiatan yang dikemas dengan judul Mediaztinum Market itu baru kali pertama digelar mahasiswa kedokteran UHT pada 2017.
Selain menyediakan tenant yang menjual makanan dan benda-benda fashion, mereka mengadakan pemeriksaan gratis. Mulai cek gula darah dan asam urat, konsultasi dokter, hingga donor darah.
Presiden BEM UHT Yoefan Faishal Islam menuturkan, kegiatan tersebut diadakan sebagai upaya jemput bola. Selama ini, masih ada masyarakat yang takut melakukan cek kesehatan di rumah sakit.
’’Orang yang malas pergi kontrol ke rumah sakit bisa melakukan cek di sini, sehat tanpa terasa,’’ jelasnya. UHT juga mengadakan talk show berbagai tema.
Beberapa artis yang memeriahkan acara juga berlatar belakang pendidikan dokter. Isinya tak jauh dari gaya hidup.
Dalam talk show yang digelar sore ini (8/1), narasumber menjelaskan pola hidup sehat serta makanan yang baik dan tidak baik dikonsumsi. Begitu pula cara aman mengonsumsi fast food agar tetap sehat.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari itu, ada lomba melukis bersama Sanggar Daun Lukis. Salah seorang peserta, Nathanael Lanterna Hu, 6, terlihat cekatan menggoreskan kuas kemarin. ’’Melukis bebas,’’ katanya.
Sama halnya dengan yang dirasakan Flos Carmeli. Bocah perempuan 4 tahun tersebut tak mau kalah semangat dari teman di sampingnya, Nathanael. Bedanya, Flos menyukai bunga.
Meski bentuk lukisannya tak beraturan, dia berhasil menggambar bunga merah muda dengan lingkaran kuning di tengahnya. ’’Dia suka menggambar. Apalagi, saat mewarnai, dia pasti sangat semangat,’’ ungkap Fransisca Putri, ibunda Flos.
Pendiri Sanggar Daun Lukis Arik S. Wartono menyatakan, anak-anak bebas berkreasi dalam workshop bertema Art Party tersebut. ’’Mau marah, senang, sedih, menangis, atau apa pun, mereka dapat menuangkan perasaan,’’ ujar seniman 40 tahun itu.
Sebelum mencoretkan lukisan, anak-anak juga dapat menulis sepenggal kata-kata sebagai curhat. Setelah itu, penggalan kalimat tersebut ditutupi warna-warni cat. ’’Jadi, hanya mereka yang tahu,’’ tutur Arik. (ant/bri/c5/nda/sep/JPG)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
