Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Mei 2025 | 19.19 WIB

Demi Menyambung Hidup semasa Kuliah, Mahasiswa dari Keluaga Miskin Tekuni Profesi Barista

Mahasiswa mustahik di UNS Solo menjadi barista di gerai ZCoffee yang baru diresmikan Jumat (16/5). (Humas Baznas) - Image

Mahasiswa mustahik di UNS Solo menjadi barista di gerai ZCoffee yang baru diresmikan Jumat (16/5). (Humas Baznas)

JawaPos.com - Mahasiswa dari keluarga miskin atau mustahik bisa kuliah tanpa bayar biaya pendidikan lewat beasiswa pemerintah. Namun, mereka terkadang menghadapi tantangan untuk memenuhi biaya hidup selama kuliah. Untuk mengatasi masalah tersebut sejumlah mahasiswa direkrut menjadi barista kopi di gerai ZCoffee. 

Gerai ZCoffee merupakan program pemberdayaan mustahik oleh Baznas melalui dana zakat. Gerai ZCoffee mempekerjakan orang-orang mustahik untuk jadi penyeduh kopi atau barista. Saat ini total ada 37 unit gerai ZCoffee di seluruh Indonesia. 

Salah satu gerai ZCoffee yang baru dibuka ada di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Di sana baristanya merupakan mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin atau mustahik. Tujuan program ZCoffee ini untuk meningkatkan ekonomi dan keterampilan kewirausahaan mahasiswa di bidang usaha minuman kopi.

Ketua Baznas Prof. Noor Achmad menuturkan, dalam waktu bersamaan diresmikan gerai ZCoffee di enam kampus di Jawa Tengah. Salah satunya ada di kampus UNS tersebut. Program Zcoffee kolaborasi dengan pihak kampus akan menyasar kepada mustahik yang juga merupakan mahasiswa.

Dengan harapan para mahasiswa dapat meningkatkan ekonomi dan keterampilan kewirausahaan mereka di bidang usaha minuman kopi. "Program ZCoffee ini menjadi salah satu upaya kami dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik yang merupakan mahasiswa. Sekaligus juga mengasah keterampilan mereka," kata Noor dalam keterangannya Jumat (16/5). 

Noor berharap gerai ZCoffee itu dapat dikelola dengan baik dan profesional. Sehingga ke depan dapat terus berkembang di seluruh kampus di Indonesia.

Sementara itu Deputi II Baznas M. Imdadun Rahmat mengatakan target Program ZCoffee tahun 2025 adalah memperluas kerja sama pelaksanaan program. Targetnya sebanyak 100 titik baru di berbagai kampus. Baik kampus negeri maupun kampus swasta. Serta bisa merekrut 200 orang barista mustahik penerima manfaat.

"Program kolaborasi dengan kampus ini, selain untuk meramaikan tren mahasiswa dalam menikmati berbagai varian rasa kopi juga untuk dapat memberikan dampak yang luas," jelasnya. Serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi para barista mustahik penerima manfaat program ZCoffee. 

Sejak diluncurkan pada 2023 lalu, ZCoffee telah hadir di 37 titik yang tersebar di 21 Kabupaten/Kota di 7 Provinsi. Meliputi Provinsi Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jogjakarta, dan Sulawesi Selatan. Serta telah memberikan manfaat kepada 72 orang mustahik sebagai barista.

Di Provinsi Jawa Tengah Baznas telah menjalin kerja sama dalam pelaksanaan dan pengembangan program sekaligus meresmikan untuk enam kampus. Yaitu Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Universitas Muhamadyah Semarang (Unimus), UIN Walisongo, dan UIN Raden Mas Said Surakarta.

Rektor UNS Prof. Hartono menyampaikan terima kasih kepada Baznas atas kolaborasi program ZCoffee itu. Dia berharap, dengan digelarnya program ZCoffee kampus dapat mendorong pertumbuhan ekonomi mahasiswa Mustahik. "Semoga dengan adanya program ZCoffee kampus ini dapat memberi manfaat untuk kampus dan mahasiswanya," ucapnya. (wan)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore