Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Maret 2025 | 20.50 WIB

Bulan Ramadhan, Dekan UIN Riau Minta Masyarakat Waspadai Ajakan Boikot yang Ditunggangi Kepentingan Bisnis

YKMI, Gerbang Pronas dan Relawan Capres Gelar Aksi Massa Untuk Menindaklanjuti Fatwa MUI Soal Boikot Produk Israel di depan kantor pusat MUI, Jakarta Rabu (7/2/2023). - Image

YKMI, Gerbang Pronas dan Relawan Capres Gelar Aksi Massa Untuk Menindaklanjuti Fatwa MUI Soal Boikot Produk Israel di depan kantor pusat MUI, Jakarta Rabu (7/2/2023).

JawaPos.com - Gerakan ajakan boikot terhadap produk-produk yang diduga terafiliasi dengan Israel yang terus menerus dilakukan bisa berdampak buruk terhadap perekonomian di Indonesia. Apalagi ajakan boikot itu sudah ditunggangi pihak-pihak tertentu dengan tujuan persaingan usaha untuk menjatuhkan produk-produk pesaingnya.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, Riau, Dr. Mahyarni dalam keterangannya mengatakan, dalam jangka pendek mungkin gerakan boikot terhadap produk-produk yang diduga terafiliasi Israel itu tidak bermasalah. Tapi, kalau isu boikot itu mengarah ke jangka panjang, menurutnya, itu kemungkinan bisa menimbulkan problem bagi masyarakat dan pemerintah.

“Apalagi ajakan boikot itu sudah ditunggangi pihak-pihak tertentu yang bersembunyi di balik isu kemanusia, tapi tujuan sebenarnya hanya untuk persaingan bisnis semata dengan berupaya melakukan framing baru di masyarakat,” ujarnya.

“Masyarakat harus selektif dan berhati-hati menyikapi apakah ajakan boikot itu memang benar-benar murni untuk gerakan kemanusiaan atau hanya bersembunyi di balik isu kemanusiaan untuk menjatuhkan produk-produk pesaingnya,” ungkapnya.

Menurut dia, yang dirugikan kalau salah dalam mengikuti ajakan boikot tersebut adalah masyarakat sendiri. Di mana, akan banyak masyarakat yang terkena PHK karena perusahaan yang diboikot itu dalam jangka panjang bisa saja tutup karena sepinya penjualan mereka.  “Kalau banyak perusahaan yang tutup, itu kan akan berdampak pada perekonomian kita. Begitu juga jika banyak masyarakat yang terkena PHK, pengangguran di Indonesia kan semakin banyak,” tukasnya.

Karenanya, dia juga menyarankan agar pihak akademisi menekankan kepada para mahasiswanya untuk lebih mengutamakan pentingnya literasi dalam menyikapi sebuah isu, termasuk isu boikot ini. Hal ini bertujuan agar para mahasiswa bisa menyaring informasi yang muncul di media-media sosial atau media apapun yang mengarah ke upaya untuk mendiskreditkan jenis atau kelompok tertentu.  

Terkait isu boikot ini, dia juga menyarankan agar pemerintah tidak memberikan informasi yang terlalu lebar yang membingungkan masyarakat. “Informasi yang sampai ke masyarakat selama ini kan terlalu lebar, dalam arti kata bebas begitu, masyarakat nggak bisa menentukan. Peran dari Menkominfo barangkali penting untuk memberikan informasi yang benar terkait isu boikot ini,” ucapnya.

Demikian juga sebaiknya di komunitas muslim atau lembaga-lembaga muslim Indonesia, menurut dia, sebaiknya juga memberikan informasi yang jelas dan berimbang. “Harus ada informasi yang jelas dan berimbang sehingga tidak memunculkan penafsiran yang salah dari masyarakat untuk melakukan aksi boikot itu,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Dr. Ade Ria Nirmala selaku Dosen Program Studi Manajemen UIN Sultan Syarif Kasim. “Kalau misalnya produk itu sebenarnya bukan produk yang harusnya untuk diboikot, ya jangan ikut-ikutan. Jadi, jangan FOMO, kalau orang-orang ngelakuin kita pengen ngelakuin juga. Tapi kita enggak tahu sebenarnya seperti apa,” tandasnya.

Dia juga meminta lembaga seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar ikut memberikan klarifikasi mengenai isu hoaks produk-produk terafiliasi Israel yang tersebar di masyarakat.

“Sebagai sebuah lembaga memang harus melakukan sebuah klarifikasi, dan memberikan penjelasan ke masyarakat  apakah berita-berita itu ditunggangi atau ini gerakan murni. Jangan sampai ada pihak yang membawa-bawa nama mereka, tapi sebenarnya mereka nggak ngelakuin itu,” ucapnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore