
YKMI, Gerbang Pronas dan Relawan Capres Gelar Aksi Massa Untuk Menindaklanjuti Fatwa MUI Soal Boikot Produk Israel di depan kantor pusat MUI, Jakarta Rabu (7/2/2023).
JawaPos.com - Gerakan ajakan boikot terhadap produk-produk yang diduga terafiliasi dengan Israel yang terus menerus dilakukan bisa berdampak buruk terhadap perekonomian di Indonesia. Apalagi ajakan boikot itu sudah ditunggangi pihak-pihak tertentu dengan tujuan persaingan usaha untuk menjatuhkan produk-produk pesaingnya.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, Riau, Dr. Mahyarni dalam keterangannya mengatakan, dalam jangka pendek mungkin gerakan boikot terhadap produk-produk yang diduga terafiliasi Israel itu tidak bermasalah. Tapi, kalau isu boikot itu mengarah ke jangka panjang, menurutnya, itu kemungkinan bisa menimbulkan problem bagi masyarakat dan pemerintah.
“Apalagi ajakan boikot itu sudah ditunggangi pihak-pihak tertentu yang bersembunyi di balik isu kemanusia, tapi tujuan sebenarnya hanya untuk persaingan bisnis semata dengan berupaya melakukan framing baru di masyarakat,” ujarnya.
“Masyarakat harus selektif dan berhati-hati menyikapi apakah ajakan boikot itu memang benar-benar murni untuk gerakan kemanusiaan atau hanya bersembunyi di balik isu kemanusiaan untuk menjatuhkan produk-produk pesaingnya,” ungkapnya.
Menurut dia, yang dirugikan kalau salah dalam mengikuti ajakan boikot tersebut adalah masyarakat sendiri. Di mana, akan banyak masyarakat yang terkena PHK karena perusahaan yang diboikot itu dalam jangka panjang bisa saja tutup karena sepinya penjualan mereka. “Kalau banyak perusahaan yang tutup, itu kan akan berdampak pada perekonomian kita. Begitu juga jika banyak masyarakat yang terkena PHK, pengangguran di Indonesia kan semakin banyak,” tukasnya.
Karenanya, dia juga menyarankan agar pihak akademisi menekankan kepada para mahasiswanya untuk lebih mengutamakan pentingnya literasi dalam menyikapi sebuah isu, termasuk isu boikot ini. Hal ini bertujuan agar para mahasiswa bisa menyaring informasi yang muncul di media-media sosial atau media apapun yang mengarah ke upaya untuk mendiskreditkan jenis atau kelompok tertentu.
Terkait isu boikot ini, dia juga menyarankan agar pemerintah tidak memberikan informasi yang terlalu lebar yang membingungkan masyarakat. “Informasi yang sampai ke masyarakat selama ini kan terlalu lebar, dalam arti kata bebas begitu, masyarakat nggak bisa menentukan. Peran dari Menkominfo barangkali penting untuk memberikan informasi yang benar terkait isu boikot ini,” ucapnya.
Demikian juga sebaiknya di komunitas muslim atau lembaga-lembaga muslim Indonesia, menurut dia, sebaiknya juga memberikan informasi yang jelas dan berimbang. “Harus ada informasi yang jelas dan berimbang sehingga tidak memunculkan penafsiran yang salah dari masyarakat untuk melakukan aksi boikot itu,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Dr. Ade Ria Nirmala selaku Dosen Program Studi Manajemen UIN Sultan Syarif Kasim. “Kalau misalnya produk itu sebenarnya bukan produk yang harusnya untuk diboikot, ya jangan ikut-ikutan. Jadi, jangan FOMO, kalau orang-orang ngelakuin kita pengen ngelakuin juga. Tapi kita enggak tahu sebenarnya seperti apa,” tandasnya.
Baca Juga: 8 Kebiasaan Sehari-hari Orang Kelas Menengah yang Tidak Akan Pernah Kaya Menurut Psikologi
Dia juga meminta lembaga seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar ikut memberikan klarifikasi mengenai isu hoaks produk-produk terafiliasi Israel yang tersebar di masyarakat.
“Sebagai sebuah lembaga memang harus melakukan sebuah klarifikasi, dan memberikan penjelasan ke masyarakat apakah berita-berita itu ditunggangi atau ini gerakan murni. Jangan sampai ada pihak yang membawa-bawa nama mereka, tapi sebenarnya mereka nggak ngelakuin itu,” ucapnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
