
Ibu Ine Rahayu, Wakil Kepala Sekolah SLB Cicendo, mendemonstrasikan penggunaan perangkat pelatihan pendengaran. (Istimewa)
JawaPos.com - Himpunan Mahasiswa Elektroteknik Institut Teknologi Bandung (HME ITB), melalui program pengabdian masyarakat (AmplifiEd), mengembangkan perangkat bel visual dan pelatihan pendengaran kelompok (audio hearing group) untuk digunakan di SLB Cicendo, Bandung.
Sebagai himpunan mahasiswa yang menaungi program studi Teknik Elektro, Teknik Biomedis, dan Teknik Tenaga Listrik, HME ITB mengimplementasikan pengetahuan terkait elektronika untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SLB Cicendo.
Sekolah Luar Biasa Cicendo didirikan pada 30 Januari 1930 di Kecamatan Cicendo, Bandung, Jawa Barat. SLB ini memfasilitasi pembelajaran siswa dan siswi tunarungu tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Di usia menjelang satu abad ini, SLB Cicendo memerlukan peningkatan beberapa fasilitas, di antaranya perangkat bel visual dan perangkat pelatihan pendengaran kelompok.
Bel visual yang dikembangkan oleh HME ITB menggantikan bel berbasis suara untuk menandakan pergantian jam pelajaran sehingga siswa dan siswi tunarungu dapat mengetahui waktu pergantian jam pelajaran, waktu istirahat, dan waktu pulang berdasarkan jadwal pembelajaran di SLB Cicendo.
Bel visual ini memanfaatkan warna dan pola lampu LED untuk membedakan antarwaktu pada jadwal pembelajaran. Bel visual ini dikendalikan oleh petugas sekolah melalui perangkat pengendali utama, sedangkan perangkat bel berbasis LED dipasangkan di dalam ruang-ruang kelas.
Dengan adanya bel visual ini, siswa dan siswi SLB Cicendo dengan mudah mengetahui pergantian jam pelajaran dan guru-guru tidak perlu memberi informasi secara manual.
Perangkat alat pelatihan pendengaran (kanan) dan pengendali utama bel visual (kiri). (Istimewa)
Perangkat pelatihan pendengaran kelompok di SLB Cicendo sebelumnya pernah dibuat pada tahun 1981, namun perangkat tersebut sudah tidak layak digunakan pada saat ini. HME ITB mengembangkan kembali perangkat dengan fungsi yang sama namun dengan teknologi terkini sehingga kualitas suara yang didapat cukup baik.
Perangkat ini digunakan oleh para guru untuk melatih pendengaran siswa dan siswi tuna rungu sehingga dapat mengerti kata atau kalimat yang dilontarkan oleh lawan bicara. Ketika suara dari guru diperdengarkan, pelajar tuna rungu tidak sepenuhnya mendengar suara tersebut melainkan hanya dapat mendengar secara parsial atau sekadar dengungan saja.
Pola suara parsial yang didengar oleh pelajar tuna rungu ini dikaitkan dengan kata atau kalimat tertentu sehingga pelajar mengetahui kata atau kalimat yang disuarakan oleh guru pelatihan.
Program pengabdian masyarakat HME ITB tahun 2024 ini telah diresmikan pada 23 November 2024. Semua perangkat yang telah dipasang di SLB Cicendo aktif beroperasi sejak 25 November 2024. Program pengabdian masyarakat yang telah memberikan manfaat di SLB Cicendo didukung oleh Ikatan Alumni Elektro ITB, PT Haleyora Power, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Kilang Pertamina Internasional (KPI), PT SISI, PT Pupuk Sriwijaya Palembang, Garuda Indonesia, Telkom Indonesia, dan Pertamina.
“Luar biasa, apa yang sudah dilakukan mahasiswa Teknik Elektro ITB sangat membantu sekolah kami dengan diperbaikinya media asistif yang ada, Alhamdulillah alat yang ada berfungsi dengan baik dan sangat membantu pembelajaran peserta didik berkebutuhan khusus di SLB Cicendo. Mudah-mudahan kerjasama ini tidak berhenti di sini dan banyak hal lain bisa dikolaborasikan. Terima kasih kepada mahasiswa Teknik Elektro ITB atas usaha yang telah diberikan kepada kami”, ujar Ibu Ine Rahayu, Wakil Kepala Sekolah SLB Cicendo.
Peresmian program AmplifiEd di SLB Cicendo dihadiri oleh tim pengabdian masyarakat HME ITB, Ketua Umum HME ITB, Kepala Sekolah SLB Cicendo, dan perwakilan IAE ITB. (Istimewa)
“Kami sangat berterima kasih kepada SLB Cicendo dan para sponsor, yang telah memberikan HME ITB kesempatan untuk eksplorasi, mengaplikasikan materi yang kami pelajari di kuliah, dan memberikan manfaat bagi adik-adik berkebutuhan khusus. Harapannya, hasil dari proyek AmplifiEd ini dapat memudahkan kegiatan belajar mengajar di SLB Cicendo, dan dapat menjadi amal ibadah bagi semua pihak yang terlibat. Melalui keberhasilan proyek ini, HME ITB berencana mengimplementasikan lebih banyak lagi ide teknologi di bidang elektroteknik yang dapat membantu teman-teman disabilitas”, ungkap Bright Christian Kusuma, Ketua Umum HME ITB Periode 2024/2025.
“Program pengabdian masyarakat AmplifiEd ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kolaborasi, kreativitas, dan pengabdian dapat memberikan manfaat yang besar bagi saudara-saudara kita di SLB Cicendo. Sebagai bagian dari HME ITB, kami merasa bangga dan bersyukur dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk mendukung pembelajaran yang lebih inklusif dan efektif bagi teman-teman disabilitas”, tutur Rafi Rabbani Firdaus, Menteri Koordinator Kreasi HME ITB Periode 2024/2025.

Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Kirim Pulang Tuan Rumah
Kontroversial! Wasit Inggris Anthony Taylor Pimpin Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026, Rekam Jejak Jadi Sorotan
Daftar 32 Negara Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dirilis Iran, Indonesia Tak Masuk, Warganet Bertanya-tanya
Arogan Tonjok Pengendara di Jalan Jagakarsa, 'Bang Jago' Tak Berdaya Ditangkap di Rumahnya
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Bungkam Tuan Rumah
