
Ardhyana Prawira Dewi dan Hernawan Santosa, adik-kakak asal Surabaya membuat bangga Indonesia di Korea Selatan. (Istimewa)
JawaPos.com–Kedua orang tua Ardhyana Prawira Dewi dan Hernawan Santosa asal Surabaya patut bangga melihat buah hatinya berhasil menjuarai karya inovasi tingkat dunia. Keduanya juga membuat nama bangsa Indonesia menjadi harus di kancah internasional. Terutama di bidang pendidikan dan inovasi.
Arek Surabaya itu, Ardhyana Prawira Dewi dan Hernawan Santosa, kompak menyematkan nama Indonesia dalam daftar negara yang menerima juara karya inovasi internasional di Korea Selatan. Ardhyana Prawira Dewi dan Hernawan Santosa membawa pulang medali emas. Yang makin membanggakan, mereka meraih kategori The Best of the best tingkat universitas.
”Kami berhasil meraih nilai tertinggi di The best of the best Invention kategori universitas,” ucap Ardhyana Prawira Dewi melalui keterangan keterangan tertulis kepada JawaPos.com di Surabaya.
Ardhyana mengungkapkan bangga dengan karyanya. Dengan membentangkan bendera merah putih dan pin Garuda lambang negara Indonesia melekat di dada, mata seluruh peserta tertuju kepada keduanya. Ketika predikat prestisius itu disampaikan dalam kompetisi. Dia meraih Hongkong Special Gold Award.
Ardhyana Prawira Dewi, biasa disapa Ira adalah arek Suroboyo atau Surabaya sedang kuliah di Western Michigan University College of Aviation, Amerika Serikat. Saat ini, Ira masih menunggu wisuda di kampus dan sedang menyelesaikan flying academy.
Sementara itu, Hernawan Santosa yang akrab disapa Osa saat ini duduk di kelas XII SMAN 2 Surabaya. Putra pilot itu dikenal jago programmer. Ira dan Osa satu tim dalam ajang Korea International Youth Olympiad (KIYO) 4i 2024.
Di Olimpiade Pemuda Internasional Korea atau KIYO 4i itu, ratusan peserta beradu karya inovatif. Ajang ini digelar oleh Asosiasi Penemu dan Pengusaha Wanita Dunia (WWIEA). Berlangsung di Pusat Konvensi Universitas Sejong, Seoul, Korea 4-6 Agustus.
Lomba karya inovatif bertaraf internasional itu diikuti lebih dari 200 peserta dari 15 negara. Mulai dari Hongkong, Tiongkok, Korea, Thailand, Vietnam, Brazil, dan USA, termasuk Indonesia. Ira dan Osa selama ini memang satu tim kakak beradik. Mereka lebih dulu melewati seleksi nasional oleh INNOPA (Indonesian Invention and Innovation Promotion Association) sebelum mewakili negara.
Keduanya mengukir sejarah. Dari otak kreatif mereka lahirlah karya inovatif berskala dunia. Mereka berhasil membuat karya project, TIP-TOP Smart Airplane Seatbelt System. Sebuah early warning system saat pesawat mengalami turbulensi atau guncangan.
Begitu ada potensi turbulensi, TIP-TOP akan memberikan notifikasi langsung kepada penumpang yang tidak menggunakan seatbelt. Tanpa menunggu pemberitahuan dari pilot. Ada notifikasi bisa melalui kanal layar hiburan di tempat duduk penumpang.
Ira terinspirasi pada peristiwa sekitar Mei 2024, pesawat Singapore Airline Flight SQ321 mengalami turbulensi. Ada jatuh korban karena tidak ada sinyal awal potensi bahaya. ”Kami pun berpikir perlu early warning system TIP-TOP. Semoga karya kami memberi manfaat,” ucap Ira.
Sementara itu, meski masih kelas IX atau tiga SMP, Osa sudah dikenal jago programmer. Dia langganan menjuarai robotika tingkat internasional. Bahkan, sejak masih di bangku SD kerap menjuarai robotika internasional.
”Saya yang merancang sistem peringatan dini yang terintegrasi dengan posisi penumpang. Butuh beberapa bulan untuk membuat sistem ini,” tambah Osa.
Dengan membuat program dan didukung sensor canggih untuk mendeteksi g-force turbulensi. Secara real-time langsung mengirim peringatan melalui getaran di seatbelt penumpang. Sensor akan mendeteksi turbulensi maupun peringatan manual dari flight attendant panel. Fitur utama lainnya terletak di flight attendant panel, memudahkan pramugari untuk mendeteksi penumpang yang belum menggunakan sabuk pengaman.
Setelah itu bakal ada peringatan secara manual dengan hanya menekan tombol di panel tersebut. Ardhyana dan Osa begitu akrab dengan dunia penerbangan karena mereka dibesarkan dari keluarga pilot.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
