Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Juni 2024 | 01.57 WIB

Yayasan Global Cross Culture dan Mokpo National University Kembangkan Pendidikan untuk Generasi Muda

Penandatanganan MoU kerja sama Yayasan Global Cross Culture dan Mokpo National University. (Istimewa) - Image

Penandatanganan MoU kerja sama Yayasan Global Cross Culture dan Mokpo National University. (Istimewa)

JawaPos.com–Yayasan Global Cross Culture dan Mokpo National University kerja sama meningkatkan pendidikan bagi generasi muda Indonesia untuk bisa mendapatkan jenjang pendidikan yang lebih baik. MoU ditandatangani Erman Soeparno selaku Ketua Yayasan Global Cross Culture dan Mokpo National University President Shong Ha Ceol.

Kerja sama itu merupakan terobosan bagi kedua pihak. Selain meningkatkan pendidikan yang lebih baik, juga akan menyalurkan tenaga kerja setelah siswa menyelesaikan pendidikan. Sehingga, akan dapat memberikan sumbangsih besar bagi Pemerintah Indonesia dalam melakukan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang lebih berkualitas.

Erman Suparno menyampaikan, kerja sama itu merupakan titik awal dan langkah nyata Yayasan Global Cross Culture membantu pemerintah dalam membangun SDM yang lebih berkualitas. Generasi muda di Indonesia melalui Yayasan Global Cross Culture akan dapat menimba ilmu dalam jenjang pendidikan yang lebih baik.

”Kegiatan Global Cross Culture dan pembelajaran bahasa Korea menggunakan dan akan disiarkan melalui platform ICONPLAY,” ujar Erman.

Sementara Song Ha Cheol, pimpinan dari MNU juga menyambut baik kerja sama itu. Dengan pengalaman serta sistem pendidikan MNU yang sudah terbentuk selama puluhan tahun, menjadi mitra strategis bagi Yayasan Global Cross Culture.

”Kami akan memberikan upaya terbaik dalam pelaksanaan kerja sama ini,” tutur Song Ha Cheol.

Salah satu pendiri Yayasan Global Cross Culture Komaruddin Hidayat menambahkan, Yayasan Global Cross Culture akan mendukung program pendidikan dan penyaluran tenaga kerja. Juga dari sisi pembiayaan pendidikan yang diperlukan melalui berbagai skema pembiayaan.

”Sehingga dapat dipastikan semua orang akan bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita,” ucap Komaruddin Hidayat.

Yayasan Global Cross Culture didirikan mantan Menteri Tenaga Kerja Erman Suparno, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri, mantan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat, serta mantan Gubernur Lemhanas Soesilo Soepandji. Kemudian dari Korea Selatan Teddy Leslie Kim, Daniel Kim, Kim Nam Yong, Cho Duckjin, Myung Ryul Michael Sou.

Pendiri Yayasan Global Cross Culture yang juga pengusaha Indonesia asal Korea Teddy Leslie Kim, mengatakan, kerja sama itu berupa pelatihan bahasa dan budaya Korea. Potensi kerja sama lainnya berupa pembuatan Kampus Korea di Indonesia, pengiriman study dari Indonesia (D3, S1 dan tingkat lainnya), serta tenaga kerja profesional Indonesia (TKPI) ke Korea.

”Kami mengharapkan dukungan dari pemerintah terkait dengan regulasi, fasilitasi, dan advokasi khususnya kerja sama di bidang pendidikan, pelatihan kompetensi, dan profesionalitas tenaga kerja dari Indonesia,” papar Teddy Leslie Kim.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore