Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Juni 2024 | 18.07 WIB

Universitas Ciputra Surabaya Gelar Fashionology Sajikan Konsep Desain yang Menjawab Tantangan dan Permasalahan

Mahasiswa UC gelar Fashionology di Ciputra World Surabaya. - Image

Mahasiswa UC gelar Fashionology di Ciputra World Surabaya.

JawaPos.com–Program Studi Fashion Product Design & Business (FPD) Universitas Ciputra menggelar pameran dan fashion show tugas akhir bertajuk Fashionology pada 7-9 Juni.

Dosen FPD dan Ketua Event Fashionology Yoanita Kartika Sari Tahalele, B.A., M.A., menjelaskan Fashionology event tahunan FPD.

Fashionology kita dedikasikan untuk memberikan wadah bagi mahasiswa Tugas Akhir FPD untuk Pamerkan Karya Tugas Akhir sekaligus untuk test market. Jadi karya akan langsung diberikan masukan oleh pengunjung Mall Ciputra World Surabaya, bahkan karya tersebut juga bisa langsung dibeli pengunjung,” jelas Yoanita Kartika Sari Tahalele.

Tiap mahasiswa TA wajib membuat 5 karya. Tiga karya terbaik akan diperagakan pada fashion show di New Life Ballroom, Ciputra World Mall Surabaya.

Tahun ini, Fashion Show diikuti 48 mahasiswa TA dengan mengusung tema Wastra, Sustainability, Gender Equality, dan Art Innovation. Kepala Program Studi FPD Marini Yunita Tanzil, B.Com.Des., M.Fashion menjelaskan, busana karya para mahasiswa TA dipajang dalam deretan booth di Linear Atrium Ciputra World Surabaya.  Mulai dari gaun pesta, pakaian kerja, pakaian ready to wear, pakaian anak-anak hingga aksesori.

Pameran busana akan dibuka Ketua Dekranasda Ibu Eri Cahyadi dan Rektor Universitas Ciputra Yohanes Somawiharja. Selain karya tugas akhir, dipamerkan juga karya tugas mahasiswa semester 4 mata kuliah Commercial Design yang menggunakan batik Surabaya. Ini merupakan kerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya,” terang Marini Yunita Tanzil.

Batik Surabaya itu adalah hasil dari UMKM Pemerintah Kota Surabaya. Menurut Marini, fashion show tahun ini istimewa karena ada pertukaran pendidikan dan budaya dengan Universitas Malaysia dan Tiongkok.

”Jadi nanti Universiti TAR UMT, Malaysia, akan juga menampilkan 8 busana, sedangkan Zhejiang Sci-Tech University, Tiongkok, akan menampilkan 6 busana karya mahasiswa di fashion show,” imbuh Marini Yunita Tanzil.

Karya tugas akhir kali ini mengusung beberapa isu penting. Yaitu, Sustainability yang mengangkat masalah limbah di dunia fesyen, isu sosial mengenai gender equality, dan isu yang mengangkat konten lokal seperti wastra dan pelestarian budaya.

Karya Mayra Zivanka yang memiliki inovasi baru pada desain aksesori dengan menggunakan kulit vegan berupa sepatu yang terbuat dari limbah kopi. Karya dengan judul Waztehaus berasal dari kata waste dan house berarti tempat untuk daur ulang limbah sementara nama itu sendiri terinspirasi dari kata warehouse.

Koleksi ini berfokus pada penciptaan produk sepatu untuk perempuan untuk menyoroti keberanian dan karakteristik unik mereka untuk menjadi karakter yang berbeda dengan model modern dan berani. Tujuan diciptakannya karya ini adalah untuk menciptakan sepatu yang mendorong kesadaran orang tentang lingkungan terutama masalah limbah kopi.

Sedangkan, koleksi yang dirancang Juwita Chelsia adalah Evening Wear Ready to wear Deluxe yang berfokus pada pelestarian fauna Indonesia, burung merak hijau. Merupakan salah satu kekayaan fauna Indonesia dan juga merupakan lambang dari keberuntungan serta perlindungan bagi masyarakat Madura, burung merak hijau mengalami ancaman kepunahan.

Juwita Chelsia berinovasi untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap spesies ini agar lebih memperhatikan terkait keberadaan dari burung merak dengan mengangkatnya sebagai konsep busana pesta malam menggunakan teknik batik tulis khas Madura. Penggunaan batik tulis khas Madura turut bermanfaat dalam mengembangkan UKM batik tulis Madura.

Devine Adriella mengangkat konsep paradoks pada tokoh wayang Cakil, yang dirancang menjadi busana perempuan demi couture dengan visualisasi detail yang kontemporer dan rumit. Konsep paradoks diwujudkan melalui teknik detachable dan reversible pada keseluruhan koleksi, di mana terdapat dua look kontras dalam satu busana yang merepresentasikan sisi baik dan sisi buruk Cakil.

Devine juga mengembangkan elemen-elemen figur wayang Cakil menjadi bentuk 3D embellishment, susunan draping, embroidery pattern, dan juga beading pattern.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore