
Rektor Unika Atma Jaya Prof Yuda Turana (kanan) di Jakarta.
JawaPos.com–Tuntutan layanan kesehatan di tengah masyarakat semakin kompleks. Pelayanan kesehatan, kini tidak cukup ditangani dokter. Tetapi juga memerlukan kolaborasi dengan disiplin ilmu lain.
Untuk merespons kebutuhan tersebut, Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, mengembangkan strategi baru. Rektor Unika Atma Jaya Prof Yuda Turana mengatakan, mereka sekarang sedang mengembangkan program studi (prodi) lintas disiplin ilmu terkait bidang kesehatan.
Prof Yuda mencontohkan, kolaborasi lintas ilmu untuk pelayanan kesehatan itu meliputi Magister Management Rumah Sakit, Magister Hukum Kesehatan, Fakultas Teknik Inovasi Kedokteran, dan pendidikan dokter spesialis.
”Dengan kolaborasi sejumlah tim medis multidisipliner, memungkinkan penanganan yang menyuruh kepada kondisi pasien,” kata Yuda Turana di RS Atma Jaya (RSAJ) di Jakarta pada Jumat (7/6).
Dia menyebutkan, pada pasien lansia misalnya, dilayani beberapa personel kesehatan dari berbagai multidisiplin ilmu. Yaitu dokter yang ahli di bidang geriatri, kesehatan jiwa, rehabilitasi medik, dermatovenereologi, serta spesialis keluarga layanan primer. Harapannya para lansia tetap bisa menjalankan kehidupan dengan berkualitas.
Direktur RSAJ Devi Anggraeni juga menyoroti soal lansia. Khususnya populasi lansia (geriatric population) di Indonesia yang cukup banyak. Dia mengatakan, hasil dari sejumlah kajian, populasi lansia di Indonesia saat ini sekitar 20 persen. Dengan jumlah penduduk Indonesia mencapai 275 jutaan jiwa, jumlah lansia diperkirakan tembus 55 juta jiwa.
Devi mengatakan, sangat penting untuk memberi perhatian khusus pada kelompok geriatric population. Mengingat kelompok masyarakat dengan usia di atas 60 tahun tersebut kerap mengidap komorbiditas atau dua bahkan lebih penyakit sekaligus dalam kehidupan mereka.
Untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para lansia secara holistik atau menyeluruh, lanjut dia, pihaknya menyiapkan Atma Jaya Geriatrics & Wellness Centre. Layanan itu menjadi pusat kesehatan terpadu dan menyediakan dokter-dokter spesialis khusus penyakit lansia. Kemudian pasien dapat menyesuaikan layanan kesehatan dengan kebutuhan khusus dan preferensi pasien lansia itu sendiri.
”Kami menerapkan konsep one-stop services yang memudahkan pasien geriatric dalam mengakses berbagai layanan kesehatan dengan nyaman, termasuk bagi keluarga pasien,” jelas Devi Anggraeni.
Tujuan dari pelayanan kesehatan untuk kelompok lansia itu, adalah meningkatkan kualitas hidup lansia. Caranya dengan memperhatikan faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan. Seperti kejiwaan, lingkungan dan lain-lain.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
