Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Terbuka Mohamad Yunus (tengah baju cokelat) di Tangerang Selatan (29/4). Hilmi Setiawan/Jawa Pos
JawaPos.com – Sekitar enam bulan lagi, pemerintahan Presiden Joko Widodo berakhir. Digantikan pemerintahan baru di bawah komando Prabowo Subianto. Sejumlah kalangan berharap program yang baik terus dilanjutkan. Seperti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kalangan kampus negeri dan swasta kompak berharap MBKM dilanjutkan.
Aspirasi supaya MBKM dilanjutkan, diantaranya disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Terbuka (UT) Mohamad Yunus. "Kami tetap berharap dilanjutkan," katanya usai peluncuran Portal MBKM UT dan MBKM Expo di kampusnya pada Senin (29/4).
Dia mengatakan, ada beberapa alasan, kenapa program MBKM patut untuk dilanjutkan. Diantaranya adalah lewat program tersebut, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman lebih.
Salah satu program MBKM adalah menempuh mata kuliah di luar program studi di kampus yang sama. Ada juga menempuh mata kuliah di kampus lain. Kemudian ada juga dalam bentuk program magang.
"Jadi menurut saya tidak ada kaitannya dengan pergantian Presiden. MBKM tetap dilanjutkan, karena memiliki selling point untuk mahasiswa," tuturnya.
Dia mengakui bahwa program MBKM memang belum sekaligus dibuka untuk semua komponen atau keahlian.
Secara bertahap komponen atau keahlian program MBKM dibuka. Menyesuaikan dengan kemampuan pemerintah dan tempat yang menerima mahasiswa peserta MBKM. Pasalnya jika langsung dibuka dalam jumlah besar, dunia industri belum tentu siap diserbu sekian banyak mahasiswa.
Selain itu Yunus mengatakan, penyempurnaan program MBKM tentu perlu dilakukan. Diantaranya untuk di kampusnya, proses sosialisasi MBKM harus terus digalakkan. Pasalnya tidak sedikit mahasiswa di UT yang sehari-hari sudah bekerja. Jadi mereka sudah tidak ada waktu lagi untuk ikut MBKM, khususnya yang kategori magang.
"Mereka bingung membagi waktu dengan pekerjaan sehari-harinya," jelasnya.
Sebelumnya dukungan supaya program MBKM juga disuarakan dari kalangan kampus swasta. Diantaranya disuarakan oleh Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Prof. Yuda Turana. Dia mengatakan lewat program magang atau MBKM itu, bisa mendekatkan mahasiswa dengan dunia industri atau dunia kerja.
Sehingga kelak ketika mahasiswa itu sudah lulus, mereka sudah punya pengalaman dan kesiapan.
"MBKM bisa mendekatkan kampus dengan industri," jelasnya.
Selain itu dia juga berharap fleksibilitas kurikulum pendidikan tinggi yang berjalan sekarang, tetap dipertahankan di pemerintahan baru nanti. Pemerintah pusat cukup memberikan garis besar kurikulum saja. Secara teknis dan detail, diserahkan ke masing-masing perguruan tinggi.
--

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
