
Ilustrasi pendidikan di Amerika Serikat.
JawaPos.com - Perjalanan panjang menuju Indonesia Emas 2045 tidak mudah, apalagi setelah beberapa tahun belakangan ini dunia harus mengalami masa kelam akibat fenomena layoff dan hiring freeze yang menimpa berbagai sektor industri, khususnya tech industries sebagai buntut dari Covid-19.
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh McKinsey dan Bank Dunia, Indonesia membutuhkan 600.000 talenta digital per tahun sepanjang tahun 2015-2030. Bahkan kebutuhan talenta digital untuk sektor industri yang tidak mudah goyah seperti perbankan dan telekomunikasi justru meningkat.
Hal inilah yang mendorong platform edutech Binar untuk terus berinovasi dan berkembang dalam melahirkan talenta-talenta digital Indonesia serta menjadi wadah untuk mempertemukan kebutuhan supply dan demand terhadap talenta digital.
Alamanda Shantika selaku CEO BINAR dalam keterangan tertulis yang diterima mengatakan bahwa sebagai salah satu palang pintu pertama era digitalisasi di Indonesia, pihaknya yakin bahwa menutup kesenjangan pendidikan dan membentuk pemimpin teknologi Indonesia yang berkarakter serta berdaya saing di tingkat global dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Alamanda menjelaskan, hingga tahun 2023 kemarin, ada lebih dari 180.000 talenta digital yang telah mengikuti program dari berbagai produk Binar.
Hingga tutup tahun 2023, menurutnya, sebanyak 1.020+ fasilitator yang terbagi dalam lebih dari 131.00+ learning hours dan 2.000+ learning materials dalam learning ecosystem yang dikemas dengan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), telah membantu 80% lulusan Binar menggapai karier impiannya hanya dengan masa tunggu rata-rata 60 hari.
"Jika value dari angka di atas dikalkulasikan, ternyata BINAR telah menghasilkan sekitar 12,7 juta USD yang tentunya angka ini masuk sebagai produk domestik bruto (PDB) Indonesia," ujar Alamanda.
“Catatan baik hingga tahun 2023 di kala kelamnya fenomena layoff dan hiring freeze menjadi motivasi baik karena semangat talenta digital Indonesia untuk terus belajar dan mencapai cita-cita yang diimpikan ternyata tidak redup sedikitpun. Pesatnya laju digitalisasi dari seluruh belahan dunia ternyata membentuk demand yang kuat terhadap talenta digital di berbagai sektor,” sambung Alamanda.
Alamanda optimistis dengan pertumbuhan talenta digital Indonesia yang kian pesat dan dapat bersaing di era global.
“Hingga saat ini lulusan kami sudah tersebar luas di dalam maupun luar negeri. Hal ini dibuktikan dengan alokasi alumni kami pada industri yang beragam seperti perbankan, retail, institusi pemerintahan, BUMN, otomotif, telekomunikasi dan lain sebagainya. Bahkan, tidak sedikit alumni tahun 2023 yang berhasil mengejar karier di luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, dan Jepang,” katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
