
Kepala Program Praktisi Mengajar Kemendikbud Ristek, Gamaliel Waney (allrelease.id)
JawaPos.com - Dalam keterangan di Jakarta pada hari Senin (22/1), Kepala Program Praktisi Mengajar Kemendikbud Ristek, Gamaliel Waney, menekankan peranan penting dari Program Praktisi Mengajar.
Program tersebut dianggap sebagai solusi efektif dalam mengatasi kesenjangan yang ada antara dunia pendidikan dan industri.
Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa lulusan yang dihasilkan oleh program ini memiliki keterampilan yang sesuai dengan tuntutan konkret dari dunia kerja, mempersiapkan mereka dengan lebih baik untuk menghadapi tantangan profesional di masa depan.
Dilansir dari Antara Senin (22/1), Program ini, yang merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), telah membuka pendaftaran akun bagi Perguruan Tinggi, Koordinator Perguruan Tinggi, Dosen, dan Praktisi mulai tanggal 8 hingga 25 Januari 2024.
Sebagai program flagship, Praktisi Mengajar bertujuan untuk menghubungkan mahasiswa dengan praktisi melalui Mata Kuliah Kolaborasi.
Melalui inisiatif ini, diharapkan bahwa lulusan akan mendapatkan kesempatan baru untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan dan tantangan di dunia kerja dan profesional.
Program ini dianggap sebagai langkah positif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia dan mempersiapkan lulusan agar siap menghadapi dinamika perkembangan dunia di masa depan.
Mohammad Sofwan Effendi, Direktur Sumber Daya, Direktorat Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbud Ristek RI, menyoroti kontribusi program Praktisi Mengajar dalam meningkatkan produktivitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM).
Menurutnya, hal ini terjadi karena program tersebut melibatkan komponen pendukung penciptaan pembelajaran.
Yang melibatkan perguruan tinggi dengan keahlian akademik dan praktisi dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), masyarakat, serta dunia profesi dengan pengalaman profesional.
Sofwan berharap bahwa program ini dapat mendorong dosen untuk aktif berkontribusi di dunia profesional, sementara perguruan tinggi dapat mengundang praktisi untuk terlibat dalam penyusunan kurikulum dan perkuliahan di kelas.
Melalui pendekatan ini, diharapkan mahasiswa akan mendapatkan pemahaman yang komprehensif, mencakup pengetahuan akademik dari dosen dan pengalaman profesional dari praktisi, yang secara keseluruhan akan membantu mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di dunia kerja.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
