Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juni 2022 | 16.49 WIB

Jelang PPDB Marak Fenomena Pindah KK Supaya Masuk Sekolah Favorit

Wali murid  mengikuti pendaftaran daring Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 di Posko Pelayanan PPDB Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (21/6/2021). Pendaftaran PPDB jalur zonasi untuk jenjang Sekolah Dasar (SD - Image

Wali murid mengikuti pendaftaran daring Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 di Posko Pelayanan PPDB Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (21/6/2021). Pendaftaran PPDB jalur zonasi untuk jenjang Sekolah Dasar (SD

JawaPos.com – Tahun pelajaran 2021/2022 sudah berada di penghujung. Sebentar lagi masuk masa penerimaan peserta didik baru (PPDB). Belum meratanya kualitas sekolah negeri, momen PPDB biasanya diwarnai maraknya fenomena pindah kartu keluarga (KK). Tujuannya supaya masuk zonasi sekolah negeri favorit.

Secara resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) belum mengeluarkan ketentuan PPDB tahun ini. Tetapi sejumlah kalangan memperkirakan, PPDB tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. ’’PPDB untuk sekolah negeri, kemungkinan besar masih menggunakan sistem zonasi,’’ kata founder Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Muhammad Nur Rizal pada Jumat (3/6).

Dia mengatakan dengan sistem zonasi tersebut, siswa tidak bisa seenaknya memilih sekolah. Sebab diatur berdasarkan zona sekolah dengan tempat tinggalnya. Rizal mengatakan dengan sistem zonasi tersebut, seolah-olah diatur supaya anak-anak di wilayah terdekat bisa sekolah di sekolahan setempat.

Tetapi Rizal mengatakan dengan kualitas sekolah negeri yang belum merata, sekolah favorit atau sekolah dengan kualitas bagus akan menjadi jujukan orang tua. Dia menyebut kondisi ini sebagai kastanisasi. ’’Orang tua akan berupaya anaknya masuk sekolah favorit. Kalau di luar zonasi, akan terjadi pindah-pindah KK,’’ jelasnya.

Secara aturan PPDB memang memberikan kuota kepada anak-anak yang pindah KK. Tetapi tujuan kuota perpindahan KK ini bukan dimaksudkan untuk mengejar sekolah favorit. Tetapi untuk antisipasi ketika ada orang tua yang pindah tempat kerja, sehingga anaknya tetap bisa bersekolah bersama dengan orang tuanya.

Rizal mengatakan upaya pemerintah membuka akses sekolah seluas-luasnya sudah cukup. Bahkan untuk rasio guru dengan siswa, saat ini terbilang cukup mewah. Yaitu satu guru mengajar 24 murid. Sementara di negara-negara maju, rasionya banyak yang satu guru mengajar 30 murid.

’’PR pemerintah sekarang membuat kualitas sekolah-sekolah negeri merata,’’ tuturnya. Sehingga tidak ada lagi penumpukan pendaftar di sekolah-sekolah tertentu. Upaya peningkatan kualitas sekolah maupun guru harus dibuka seluas-luasnya. Sehingga seluruh guru dapat kesempatan untuk meningkatkan kualitasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore