
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meninjau persiapan peluncuran Program Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1). (dok. Humas Kemensos)
JawaPos.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggelar pertemuan daring bersama seluruh Kepala Sekolah Rakyat (SR) usai Idul Fitri.
dalam kesempatan itu, Gus Ipul menekankan pentingnya persiapan matang menjelang penerimaan siswa baru yang tinggal menghitung bulan.
Gus Ipul memberikan instruksi khusus kepada para pengelola Sekolah Rakyat, terutama pada 63 titik yang sudah beroperasi sejak Juli 2025.
Ia meminta perencanaan tertulis segera disusun agar proses transisi tahun ajaran baru berjalan mulus.
"Tiga bulan lagi, tolong dipersiapkan dengan baik (penerimaan siswa baru)," ujar Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta (31/3).
Tak hanya soal administratif, Gus Ipul juga menuntut evaluasi menyeluruh. Mulai dari aspek kesehatan, akademik, hingga kondisi fisik dan mental siswa. Sektor SDM seperti guru dan tenaga keamanan pun tak luput dari pantauan.
"Semuanya lakukan evaluasi. Laporkan kepada kami, biar kami bisa menganalisis dan memberikan solusi. Kekurangannya apa saja dan keunggulannya apa saja," terangnya.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah penanganan siswa dengan kebutuhan khusus atau mereka yang memerlukan rehabilitasi.
Gus Ipul memastikan bahwa sistem di Sekolah Rakyat dirancang untuk merangkul, bukan memulangkan siswa yang mengalami kendala belajar.
"Kita ingin anak-anak yang tidak sanggup diikutkan dalam proses belajar-mengajar karena satu dan lain hal, itu bisa kita lakukan rehabilitasi di Sentra-Sentra terdekat. Jadi tidak perlu khawatir Bapak-Ibu sekalian, laporkan, kita carikan solusi. Ingat ya bahwa latar belakang mereka beda-beda, dan tidak semua linier," urainya.
