
Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
JawaPos.com–Kedokteran merupakan salah satu jurusan yang paling banyak diminati setiap tahun. Menjadi dokter adalah impian banyak orang. Orang tua akan mengupayakan dan tidak mengurungkan niat untuk menyekolahkan anak mereka meskipun biaya kuliah kedokteran terkenal sangat mahal.
Biaya kuliah kedokteran dipengaruhi reputasi universitas yang akan dituju. Fasilitas dan kurikulum yang diajarkan juga memengaruhi besar biaya ditetapkan. Selain biaya masuk kuliah yang mahal, selama kuliah mahasiswa juga akan membutuhkan biaya yang banyak untuk peralatan dan praktikum yang dilakukan.
Rumah Sakit Universitas Brawijaya merupakan salah satu fasilitas yang disediakan universitas untuk menunjang belajar mengajar. Rumah sakit itu memiliki fasilitas dan peralatan yang lengkap di Jalan Soekarno-Hatta Malang tak jauh dari Universitas Brawijaya.
Universitas Brawijaya memiliki tenaga pendidik yang berkualitas. Ada 26 guru besar di Fakultas Kedokteran. Selain itu, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya juga bekerja sama dengan beberapa instansi baik dalam dan luar negeri.
Universitas Brawijaya juga memiliki program studi dari S1 hingga S3 pada ilmu kedokteran. Ada 18 program pendidikan dokter spesialis yang bisa ditempuh setelah mendapatkan gelar profesi dokter.
Beberapa program pendidikan antara lain anestesiologi dan terapi intensif, ilmu bedah, orthopedi dan traumatology, obstetri dan ginekologi, ilmu kesehatan anak, dermatologi dan venereology, penyakit dalam, jantung dan pembuluh darah, ophthalmology, pulmonologi dan kedokteran respirasi, neurologi, dan lain sebagainya yang bisa dicek di web Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Mahalnya biaya kuliah yang telah dikeluarkan untuk kuliah kedokteran akan sebanding dengan apa yang didapatkan setelah lulus. Saat ini biaya kuliah di Indonesia menggunakan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT). Hal itu berlaku di Universitas Brawijaya yang memberlakukan biaya UKT sesuai kesanggupan mahasiswa yang harus dibayarkan setiap semester.
Biaya kuliah kedokteran di Universitas Brawijaya terbagi menjadi 8 kelompok. Mulai dari 500.000 hingga 24.000.000. Biaya itu didasarkan dari biaya UKT Jalur SNBT (Seleksi Nasional Berdasar Tes) 2023. Namun, nilainya tidak akan berubah signifikan tahun ini.
Berikut biaya UKT per kelompok di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya:
Untuk mahasiswa yang akan mengikuti Seleksi Mandiri (SMUB) harus menyiapkan biaya yang lebih banyak. Mahasiswa harus membayar iuran pengembangan institusi (IPI) yang dibayar satu kali saja saat masuk kuliah. Besaran nilai IPI didasarkan dari 4 kelompok yaitu dari kelompok 5 sampai kelompok 8.
Berikut untuk biaya IPI per kelompok Jalur Seleksi Mandiri (SMUB) Kedokteran :

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
