Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Desember 2023 | 23.34 WIB

Serangan Siber Semakin Canggih, Deteksi Tradisional Sudah Tidak Mempan

Ilustrasi: Hacker Bjorka mengklaim memiliki data Ditjen Imigrasi Kemenkumham. (Cybercrime Magazine). - Image

Ilustrasi: Hacker Bjorka mengklaim memiliki data Ditjen Imigrasi Kemenkumham. (Cybercrime Magazine).

 
JawaPos.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar ajang International Conference on Advanced Mechatronics, Intelligent Manufacture And Industrial Automation (ICAMIMIA).
 
Beragam inovasi dan teknologi dipaparkan pada forum ilmiah itu. Diantaranya adalah sistem deteksi serangan siber yang dibawakan oleh Maxmilian Halim, siswa dari SMA ACS Jakarta. 
 
Remaja yang akrab disapa Max itu bersyukur bisa presentasi hasil risetnya di forum bergengsi ICAMIMIA 2023 yang digelar di Lombok beberapa waktu lalu. Dia menceritakan, riset yang dia kerjakan merupakan bidang teknologi keamanan siber.
 
Dari riset itu, dia berharap bisa memberikan kontribusi signifikan dalam menanggapi ancaman serius keamanan siber yang dihadapi oleh dunia saat ini.
 
 
Max menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir, serangan siber dan kebocoran data telah menjadi ancaman nyata bagi perusahaan dan infrastruktur kritis. Menurut dia, dunia telah menyaksikan peningkatan serangan siber dan kebocoran data yang signifikan. Mulai dari pelanggaran data perusahaan besar hingga serangan ransomware yang mengganggu infrastruktur kritis.
 
"Bahaya keamanan siber telah menjadi ancaman yang nyata dan terus berkembang," kata Max dalam keterangannya Senin (4/12).
 
 
Max melalui risetnya, merespons tantangan ini dengan serius, mengeksplorasi dan membandingkan berbagai algoritma deteksi. Tujuannya untuk mengidentifikasi metode yang paling efektif dalam mencegah upaya intrusi jaringan.
 
Max menyatakan, teknologi pembelajaran mesin menjadi kunci dalam risetnya kali ini.
 
"Saya belajar dari data yang ada dan menyesuaikan diri dengan pola serangan baru yang membuka jalan bagi peningkatan besar dalam metode deteksi intrusi," jelasnya. 
 
Hal itu sangat penting mengingat kecepatan dan kecanggihan serangan siber yang terus berkembang. "Di mana detektor tradisional seringkali ketinggalan," katanya. 
 
Max berencana untuk terus mengembangkan penelitian di bidang pembelajaran mesin. Dia tidak hanya berfokus pada aspek teknis keamanan siber. Tetapi juga pada implikasinya yang lebih luas. Seperti perlindungan privasi dan data pribadi. Melalui karyanya, ia berharap dapat memberikan kontribusi dalam perjuangan melawan kejahatan siber dan melindungi infrastruktur informasi penting.
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore