Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Juli 2023 | 13.41 WIB

Tujuh Kampus Asing Buka Cabang di Indonesia, Dosen Lokal Berharap Akses Kerja Terbuka Lebar

Iluswtraswi: wisuda. (pixabay) - Image

Iluswtraswi: wisuda. (pixabay)

JawaPos.com - Sebanyak tujuh kampus top asing, antre masuk Indonesia. Masuknya kampus asing di Indonesia, menjadi sorotan di kalangan dosen. Mereka berharap kampus top dunia itu tidak serta merta mendatangkan tenaga pengajarnyadari kampus induk di luar negeri.

Selebihnya dosen-dosen lokal juga bisa mendapatkan akses yang setara untuk bekerja di dalamnya. Selama memenuhi kualifikasi akademik. Aspirasi dari kalangan dosen terkait masuknya sejumlah kampus asing ke Indonesia itu, di antaranya disampaikan Ketua Forum Dosen Akuntansi Publik (FDAP) Prof Ali Muktiyanto. "Kami tidak mempermasalahkan masuknya mereka (kampus asing). Karena kami bicara kualitas," kata Ali Muktiyanto usai pembukaan Rapat Kerja Tahunan FDAP 2023 di Universitas Terbuka pada Rabu (26/7).

Ali mengatakan, masuknya kampus asing di Indonesia sangat terikat dengan regulasi soal kepegawaian atau ketenagakerjaan. Termasuk komposisi pegawai dari luar negeri dan dari dalam negeri. "Regulasi membuat aturan seperti itu. Tidak serta merta asing semua dibawa ke sini," kata Ali Muktiyanto.

Dia meyakini dosen-dosen lokal banyak yang pintar. Sehingga secara kualitas, tidak kalah dengan para dosen atau akademisi dari kampus induk perguruan tinggi asing tersebut. Ali berharap nantinya kampus asing yang membuka cabang di Indonesia memberikan akses yang terbuka dan setara bagi dosen-dosen lokal.

"Selama yang bersangkutan memiliki kualifikasi dan kompetensi sesuai dengan standar kampus, aksesnya tetap terbuka. Kami juga siap mengisi jabatan penting di dalamnya," katanya. Untuk itu, Ali bersama para dosen lokal terus berkomunikasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) soal masuknya kampus asing ini. Sehingga, kampus asing yang masuk ke Indonesia itu beroperasi sesuai dengan ketentuan.

Ali menegaskan, para dosen selalu berpandangan satu kampus dengan kampus lain, termasuk kampus asing, bukan sebagai kompetitior. Tetapi sebagai mitra untuk saling bekerja sama. Khususnya kerja sama di ranah akademik, seperti penelitian dan lainnya. Sehingga, kampus lokal maupun cabang luar negeri, bisa berkembang dan maju bersama.

Sebagaimana diberitakan, Kemendikbudristek mengumumkan ada tujuh kampus top dunia yang akan membuka cabang di beberapa kota di Indonesia. Yaitu Daekin University dan Lancaster University di Bandung. Kemudian Kings’s Collage London, Western Sydney University, dan Georgetown University di Surabaya. Lalu Curtin University dan Manchester University di Denpasar.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore