
Iluswtraswi: wisuda. (pixabay)
JawaPos.com - Sebanyak tujuh kampus top asing, antre masuk Indonesia. Masuknya kampus asing di Indonesia, menjadi sorotan di kalangan dosen. Mereka berharap kampus top dunia itu tidak serta merta mendatangkan tenaga pengajarnyadari kampus induk di luar negeri.
Selebihnya dosen-dosen lokal juga bisa mendapatkan akses yang setara untuk bekerja di dalamnya. Selama memenuhi kualifikasi akademik. Aspirasi dari kalangan dosen terkait masuknya sejumlah kampus asing ke Indonesia itu, di antaranya disampaikan Ketua Forum Dosen Akuntansi Publik (FDAP) Prof Ali Muktiyanto. "Kami tidak mempermasalahkan masuknya mereka (kampus asing). Karena kami bicara kualitas," kata Ali Muktiyanto usai pembukaan Rapat Kerja Tahunan FDAP 2023 di Universitas Terbuka pada Rabu (26/7).
Ali mengatakan, masuknya kampus asing di Indonesia sangat terikat dengan regulasi soal kepegawaian atau ketenagakerjaan. Termasuk komposisi pegawai dari luar negeri dan dari dalam negeri. "Regulasi membuat aturan seperti itu. Tidak serta merta asing semua dibawa ke sini," kata Ali Muktiyanto.
Dia meyakini dosen-dosen lokal banyak yang pintar. Sehingga secara kualitas, tidak kalah dengan para dosen atau akademisi dari kampus induk perguruan tinggi asing tersebut. Ali berharap nantinya kampus asing yang membuka cabang di Indonesia memberikan akses yang terbuka dan setara bagi dosen-dosen lokal.
"Selama yang bersangkutan memiliki kualifikasi dan kompetensi sesuai dengan standar kampus, aksesnya tetap terbuka. Kami juga siap mengisi jabatan penting di dalamnya," katanya. Untuk itu, Ali bersama para dosen lokal terus berkomunikasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) soal masuknya kampus asing ini. Sehingga, kampus asing yang masuk ke Indonesia itu beroperasi sesuai dengan ketentuan.
Ali menegaskan, para dosen selalu berpandangan satu kampus dengan kampus lain, termasuk kampus asing, bukan sebagai kompetitior. Tetapi sebagai mitra untuk saling bekerja sama. Khususnya kerja sama di ranah akademik, seperti penelitian dan lainnya. Sehingga, kampus lokal maupun cabang luar negeri, bisa berkembang dan maju bersama.
Sebagaimana diberitakan, Kemendikbudristek mengumumkan ada tujuh kampus top dunia yang akan membuka cabang di beberapa kota di Indonesia. Yaitu Daekin University dan Lancaster University di Bandung. Kemudian Kings’s Collage London, Western Sydney University, dan Georgetown University di Surabaya. Lalu Curtin University dan Manchester University di Denpasar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
