
Hasil Akreditasi 2016
JawaPos.com – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) terus mendorong kampus segera mendaftarkan diri mengikuti proses akreditasi. Sebab, hingga saat ini jumlah perguruan tinggi di Jawa Timur yang terakreditasi terbilang minim.
Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VII Jawa Timur Soeprapto menyampaikan bahwa PTS terakreditasi di Jatim saat ini masih sekitar 59 persen. Tercatat baru 190 PTS yang terakreditasi di antara total 322 PTS di Jatim. Levelnya beragam. ”Paling sedikit mendapatkan nilai A. Itu pun baru lima PTS,” jelasnya.
Soeprapto mengatakan, tahun ini kopertis berencana mengajukan dua PTS lagi untuk menuju akreditasi A. Dua PTS tersebut, menurut dia, layak untuk meraih nilai 361 poin. Itu merupakan skor terendah perguruan tinggi untuk mendapatkan akreditasi A.
Untuk PTS yang belum terakreditasi, saat ini kopertis akan membinanya secara rutin. Pada 2018, dia optimistis target akreditasi tersebut akan rampung. ”Mulai pertengahan 2016, sudah banyak PTS yang berbondong-bondong mendaftar. Ini disebabkan mereka sudah menerima warning dari Kemenristekdikti. Nah, 2017 ini, jumlah PTS yang berjuang mendapatkan akreditasi tersebut diprediksi semakin banyak,” terangnya.
Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristekdikti Totok Prasetyo mengatakan bahwa secara nasional baru 49 PTS yang mendapatkan akreditasi A. ”Jumlah itu dari tiga ribuan perguruan tinggi yang berada di bawah kewenangan Kemenristekdikti (non-keagamaan),” katanya saat memberikan piagam akreditasi di STIE Perbanas Surabaya, Jumat (13/1).
Sementara itu, untuk akreditasi B, lanjut Totok, masih ada 300 perguruan tinggi. Untuk nilai C, ada 769 perguruan tinggi. ”Jadi, dari persentase, nilai A memang masih kecil,” terangnya.
Minimnya jumlah perguruan tinggi yang mendapatkan nilai dengan predikat unggul tersebut terjadi karena beberapa hal. Misalnya, minimnya jumlah doktor, rendahnya kualitas dosen, serta sarana-prasarana dan kurikulum yang belum siap.
Padahal, Totok mengatakan bahwa saat ini pemerintah sedang getol membantu mendorong kualitas pendidikan perguruan tinggi. Salah satunya melalui beasiswa doktor ke luar negeri. Sayang, beasiswa tersebut sepi peminat. ”Salah satu faktor yang memengaruhi minimnya beasiswa tersebut ada pada rendahnya kualitas dosen. Khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris,” jelasnya.
Selain itu, Totok menyampaikan, minimnya jumlah akreditasi tersebut terjadi karena kasus khusus. Misalnya, minimnya dukungan yayasan dalam mendorong kemajuan kualitas perguruan tinggi swasta (PTS) dalam naungannya. ”Yayasan harus transparan. Tidak boleh memikirkan untung terus-menerus. Sebab, pendirian yayasan untuk pendidikan itu kan bersifat nirlaba. Jadi, harus total dalam membantu pendidikan,” terangnya.
Totok menyampaikan, meski mayoritas perguruan tinggi yang belum terakreditasi saat ini merupakan PTS, hal tersebut tidak bisa dijadikan tolok ukur rendahnya kualitas pendidikan di PTS. Itu, lanjut Totok, hanya karena masalah jumlah PTS yang mendominasi perguruan tinggi di Indonesia ”Dari jumlah tiga ribuan itu, jumlah perguruan tinggi negeri (PTN) hanya 122. Sementara, 3.100 sisanya merupakan PTS,” jelasnya.
Totok menambahkan, masalah akreditasi perguruan tinggi tersebut harus tuntas pada 2018. Pada tahun itu, seluruh perguruan tinggi yang berdiri sebelum 2012 harus sudah terakreditasi. ”Ini target dari Kemenristekdikti. Jadi, semua perguruan tinggi harus mematuhinya,” terangnya. (elo/c6/git/sep/JPG)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
