Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Juni 2017 | 07.46 WIB

Olah Umbi Udara Jadi Plastik Siap Makan

AMAN DIMAKAN: Dari kiri, Dindi Mega, Bulan Yumna, Agung Prasetyo, Ardilini, dan Aprilisya Lee menunjukkan plastik berbahan umbi udara. - Image

AMAN DIMAKAN: Dari kiri, Dindi Mega, Bulan Yumna, Agung Prasetyo, Ardilini, dan Aprilisya Lee menunjukkan plastik berbahan umbi udara.

JawaPos.com – Umbi lazimnya berada di dalam tanah. Meski demikian, ada pula bagian dari umbi yang muncul pada batang tanaman. Bagian yang disebut umbi udara itu menjadi sasaran penelitian mahasiswa UPN Veteran Jatim. Hasilnya, inovasi berupa plastik yang aman dikonsumsi.


Kandungan pati dalam umbi menjadi bahan dasar dalam pembuatan plastik. Dengan tambahan zat pengental, larutan pati dioleskan pada sebuah papan cetakan. Selanjutnya, bahan tersebut dipanaskan dengan suhu 60 derajat Celsius. Lembaran plastik yang terbentuk siap digunakan sebagai kemasan. Bahkan, aman jika tak sengaja dimakan.


Agung Prasetyo, salah seorang mahasiswa inisiator, mengatakan bahwa penelitian itu bertujuan mendapatkan komposisi plastik terbaik. Memang, kekuatan plastik yang terbentuk akan diuji terlebih dahulu. Misalnya, kekuatan melar dan kemampuannya menghalangi uap. ”Harapannya, plastik ini bisa diaplikasikan untuk pengemasan buah,” ujarnya.


Agung merasa prihatin dengan penggunaan lilin sintetis untuk melapisi buah. Padahal, menurut dia, plastik buatannya bisa berfungsi sama dengan lilin. Selain itu, jauh lebih aman. ”Karena bisa langsung dimakan, tidak menimbulkan limbah juga,” bebernya.


Dindi Mega, anggota tim penelitian yang lain, mengatakan, umbi udara ditemukan di berbagai wilayah Jawa Timur. Umbi udara itu merupakan bagian reproduksi dari tanaman umbi. Karena itu, ukurannya lebih kecil daripada umbi aslinya. ”Di mana ada umbi, pasti juga ditemui umbi udara,” imbuhnya.



Sementara itu, Sri Winarti, dosen pembimbing proyek penelitian tersebut, mengungkapkan, eksplorasi umbi udara masih jarang dilakukan. Dia mengimbau mahasiswa untuk menguji kandungan dan potensinya. Selama ini, lanjut dia, penelitian berfokus pada umbinya. Kandungan ilmiah umbi udara yang merupakan produk samping jarang dipelajari. ”Ya meskipun kandungannya memang tidak sebanyak yang di dalam tanah,” jelasnya. (kik/c7/nda)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore